in

Anggota DPRD Kendal Ajak Bangun Karakter Pelajar Pancasila Melalui Kurikulum Merdeka

HALO KENDAL – Kurikulum Merdeka lebih relevan dan interaktif karena dalam proses pembelajaran bisa dilakukan melalui kegiatan projek. Dimana hal itu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasikan isu-isu aktual. Seperti isu lingkungan, kesehatan dan lainnya yang mendukung pengembangan karakter dan penguatan profil pelajar Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kendal, Abdul Wahid, bersama para siswanya usai acara outing class dengan Anggota DPRD Kabupaten Kendal dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Kendal, Selasa (2/8/2022).

Menurut Abdul Wahid? dalam kegiatan outing class ini diberikan materi tentang P5 atau Rojek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Kurikum Merdeka.

“Outing Class ini merupakan media yang paling efektif dan efisien dalam menyampaikan pembelajaran yang bukan didasarkan dari teori saja, tapi juga pembuktian di lapangan secara langsung,” terangnya.

Adapun P5, lanjut Abdul Wahid, yaitu kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

“Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Sehingga Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

Abdul Wahid berharap, di tahun ajaran ini sudah bisa diimplementasikan. Karena menurutnya, P5 satu payung dengan Kurikulum Merdeka.

“Sehingga betul-betul pelajar kita itu implementasinya bukan hanya dari pelajaran saja. Karena ini bukan pelajaran yang sifatnya intrakurikuler, tapi kokurikuler. Jadi pendukung daripada intrakurikuler yang bermacam-macam. Ada agama, PKN, Bahasa Indonesia dan sebagainya. Sehingga dikuatkan dengan kokurikuler P5 itu tadi,” paparnya.

Ia pun menjelaskan program P5, kalau di Muhammadiyah namanya Ismuha, atau Islam dan Kemuhammadiyahan.

Maka dari itu kokurikuler SMK Muhammadiyah 1 Kendal ini, selain di DPRD Kabupaten Kendal, lembaga dan tempat-tempat lain yang terkait tema.

“Temanya ada macam-macam, ada demokrasi, hidup berkelanjutan, juga ada cinta alam. Lha di DPRD ini kita mengambil tema terkait demokrasi,” ujar Abdul Wahid.

Ditambahkan, setelah ini para siswa membuat projek kegiatan, yang berupa karya-karya. Baik berupa tulisan, gambar dan sebagainya. Kaitannya dengan ekspresi, bagaimana para siswa mengimplementasikan.

“Ada yang bisa diimplementasikan. Ada profil pelajar pancasila, termasuk kegiatan praktek musyawarah, seperti pemilihan OSIS atau IPM dan sebagainya,” imbuh Abdul Wahid.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Sri Supriyati mengungkapkan pihaknya dalam kegiatan outing class P5 ini, memberikan pembelajaran tentang demokrasi.

“Namun karena pesertanya dari SMK, maka saya mencoba masuk ke tentang kompetensi yang harus dipunyai anak-anak SMK sesuai amanat undang-undang yang ada dan bagaimana sebetulnya anak SMK itu berproses belajar di SMK sampai dengan lulusan yang siap kerja,” ungkapnya.

Karena sesui Kurikulum Merdeka, lanjut Atik sapaan akrabnya, siswa SMK mempunyai kesempatan BMW atau bisa Bekerja, Meneruskan belajar dan Wirausaha.

“Jadi dalam kegiatan outing class P5 dari SMK Muhammadiyah 1 Kendal ini, bisa membumikan atau memaparkan secara dini Pancasila pada siswa. Sehingga ke depannya karakter pelajar Pancasila itu bisa dimiliki oleh anak-anak pelajar di SMK,” terangnya.

Oleh karena itu Atik berharap semua dapat ikut mensosialisasikan kebijakan Kurikulum Merdeka ini kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Karena dengan tidak adanya sosialisasi khusus seperti penataran P4, bisa menjauhkan anak-anak dari Pancasila. Sedangkan pelajaran tentang Pancasila itu sendiri, tidak diberikan secara khusus menjadi satu mata ajar di SMK,” harapnya. (HS-06).

Banyaknya Bangunan di Bantaran jadi Kendala Pengerukan Sungai Kendal

Ungkap 8 Kasus Menonjol, Jajaran Polda Jateng Amankan 25 Tersangka