HALO SEMARANG – Sejak tahun lalu Marc Marquez mengeluhkan aerodinamika pada MotoGP mempersulit pembalap untuk menyalip.
Fungsi menambah downforce (daya tekan ke bawah) demi meningkatkan grip dan akselerasi dari aerodinamika memang tidak datang tanpa konsekuensi.
Aliran udara yang telah melewati komponen aero tidak sebersih aliran udara normal.
Udara kotor menimbulkan efek turbulensi pada motor yang berada di belakang.
Artinya, sulit untuk sekadar memangkas jarak dengan pembalap di depan.
‘’Sekarang, ketika Anda berada di belakang pembalap lain, motornya bergetar dengan aneh. Tanpa winglet motor lebih sulit dikendarai dan lebih mudah membuat kesalahan, tetapi untuk menyalip lebih mudah,’’ tutur Marquez seperti dilansir dari Crash.
Pernyataan Marc disetujui sejumlah pembalap lain.
Masalahnya bukan hanya terletak pada aerodinamika, tetapi juga ban depan yang mudah terpengaruh temperatur tinggi.
Makin tinggi temperatur, kian tinggi tekanan udara pada ban.
Saat semuanya melewati titik optimal, motor akan kehilangan performanya.
Pembalap di belakang harus mengambil risiko lebih besar untuk menyalip.
Sementara pembalap di depan relatif tidak mengalami masalah besar.
Dalam hal ini, Ducati dianggap sebagai biang keroknya.
Sejak memperkenalkan winglet pada 2016, yang ditolak tim lain tetapi akhirnya diikuti, Ducati terus menemukan peningkatan baru pada aspek aerodinamika.
Pada 2019, mereka mengembangkan holeshot device, alat buat menurunkan suspensi roda belakang dan mengubah geometri motor, untuk berakselerasi saat start.
Francesco ‘’Pecco’’ Bagnaia tidak menampik aerodinamika mempersulit pembalap untuk menyalip.
Namun, menurut dia, masih ada margin untuk membuat perbedaan.
‘’Pada balapan-balapan ketika saya harus memperbaiki posisi, saya melakukannya dan menyalip pembalap lain. Aerodinamika memang menciptakan turbulensi lebih besar dan harus diakui kami selalu berlomba hingga batas performa,’’ ungkap Pecco.
Pembalap tim pabrikan Ducati ini merasa resep untuk bisa menyalip pembalap lain sebenarnya masih sederhana, yakni melaju dengan lebih kencang.
‘’Secara sederhana, jika Anda punya potensi, maka Anda bisa mengatasinya,’’ tandas mantan murid Valentino Rossi ini.
Tanpa Marquez yang masih cedera, MotoGP musim ini bakal kembali 7 Agustus mendatang.
Grand Prix (GP) Inggris di Sirkuit Silverstone bakal menandai bergulirnya putaran kedua.
Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) masih memimpin klasemen sementara dengan ditempel Aliex Espargaro (Aprilia). (HS-06)