HALO REMBANG – Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta agar pemerintah desa, dapat berkolaborasi dengan warganya untuk mengembangkan desa wisata.
Dalam kolaborasi tersebut, semua komponen harus terlibat, namun juga jangan ada pihak yang merasa paling hebat atau bergerak sendiri. Dukungan keramahan warga setempat dan kebersihan, menjadi modal awal terhadap minat wisatawan.
Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz, ketika mencanangkan 12 calon desa wisata baru di Kabupaten Rembang. Pencanangan dilaksanakan di Bukit Cendana, Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan.
Desa-desa wisata tersebut, yaitu di Kecamatan Sedan yakni Desa Candimulyo, Dadapan, dan Ngulahan; di Kecamatan Sulang, di Desa Sudho dan Karangsari; serta di Kecamatan Lasem terdapat Desa Sendang Asri dan Gowak.
Selain itu juga Desa Terjan di Kecamatan Kragan, Desa Tuyuhan di Kecamatan Pancur, Desa Panohan di Kecamatan Gunem, Desa Tireman di Kecamatan Rembang, dan Desa Pamotan di Kecamatan Pamotan.
Semua calon desa wisata baru itu, saat ini juga sudah memiliki objek wisata beragam, mulai dari persawahan, perbukitan, hingga wisata danau.
Lebih lanjut Bupati menyatakan memberi apresiasi dan dukungan, pada setiap upaya untuk mewujudkan desa mandiri, melalui pariwisata. Untuk mewujudkan hal itu, menurut dia pemerintah desa dan warganya harus berkolaborasi.
Namun demikian dalam kolaborasi tersebut, jangan ada pihak yang merasa paling hebat atau bergerak sendiri.
Selain itu keramahan warga setempat dan kebersihan, juga menjadi modal awal untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Contoh daerah itu wisatanya sudah maju, tetapi sampahnya tidak terurus. Itu jadi persoalan. Oleh karena itu ketika desa itu sudah ditetapkan menjadi desa wisata, gerakan sosial di tengah masyarakat juga harus dibangun dengan baik. Keramahan masyarakat juga tidak bisa dipisahkan, ini fondasinya,” tuturnya.
Rembang memiliki beragam potensi yang belum tentu dimiliki kota lainnya, mulai wisata pantai, religi, sejarah sampai perbukitan.
Sehingga perlu adanya keaktifan Forum Desa Wisata, untuk saling berbagi gagasan pengembangan wisata di desa.
“Forum ini bisa menjadi wadah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Forumnya ada tapi tidak ada koordinasi, tidak ada diskusi ya jangan ada forum, ” tegasnya.
Bupati meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa menyusun agenda wisata dalam satu tahun. Sehingga dapat lebih mengoptimalkan kunjungan wisatawan di Rembang.
“Per minggu kalau bisa ada festival. Uangnya dari mana? Jangan berfikir itu, tetapi kita harus sudah punya rencana itu. Festivalnya tidak harus di satu titik, tetapi di semua titik desa yang ada. Misalnya hari Sabtu bulan Mei di sini. Saya minta 2023 mulai menyusun event-event, yang bentuknya festival,” ungkapnya.
Untuk meminimalisasi penggunaan keuangan desa, Bupati menyebutkan bahwa pemerintah desa dapat bekerja sama dengan pihak ketiga, untuk pengembangan wisata.
Harapannya bisa mempercepat pengembangan destinasi wisata dan dampak positif seperti warga setempat bisa berjualan atau meningkatkan perekonomian cepat terasa. (HS-08)