HALO SEMARANG – Imbas persoalan ketersendatan pembayaran dari Pemkot Semarang, membuat operasional pelayanan bus BRT Trans Semarang Koridor 4 (Terminal Cangkiran-Stasiun Tawang) saat ini terhenti.
PT Matrasemar selaku Operator Koridor 4 BRT Trans Semarang mengaku pihaknya telah menghentikan pelayanan operasional armada koridor 4 menjelang Lebaran atau akhir April.
Direktur Utama PT Matrasemar, Maryanto menjelaskan, dirinya saat ditunjuk oleh pemilik saham menjadi direktur baru menggantikan pejabat lama, sudah semaksimal mungkin untuk bisa memperbaiki kondisi manajemen terdahulu yang sudah ada. Namun dengan masih adanya permasalahan tersebut sehingga dalam berjalannya hanya bisa melayani hingga Maret.
“Pelayanan kami dari Desember (2021) hingga Maret (2022) tidak ada pencairan, baru ada pencairan pada 7 April. Sehingga selama 4 bulan ini membuat cash flow keuangan perusahaan tidak balance. Padahal dalam 4 bulan tersebut butuh pengeluaran untuk operasional bus sekitar Rp 900 juta. Selama ini biaya operasional tersebut kami talangi dulu secara swadaya,” ujarnya, Jumat, (20/5/2022).
Padahal untuk melaksanakan operasional pelayanan tiap bulannya butuh biaya sekitar Rp 350 juta.
“Kami punya 24-25 bus yang butuh BBM, termasuk untuk memenuhi hak para driver, karyawan admin, mekanik dan kebersihan yang bekerja,” ungkapnya.
Sehingga kondisi ini membuat pelayanan, terutama koridor 4 makin berat. Padahal pihaknya dituntut untuk melakukan pelayanan transportasi massal secara optimal.
“Dengan berat hati, mulai Mei, operasional koridor 4 berhenti. Dan akan berimbas pada 68 orang karyawan yang bekerja di perusahaan,” katanya.
Saat dikonfirmasi terkait ketersendatan pembayaran kepada operator BRT tersebut, Kepala UPTD BLU Tans Semarang, Henrix Setiawan mengatakan memang ada permasalahan kurangnya kelengkapan dari sisi administrasi oleh perusahaan yang bersangkutan. Sehingga ada penundaan pencairan dari layanan yang dikerjakan operator koridor 4.
“Ada terkendala administrasi yang belum bisa dipenuhi oleh internal perusahaan,” katanya, tanpa mau menyebutkan kendala administrasi yang dimaksudkan.
Adanya keterlambatan pelayanan BRT di masyarakat, Henrix Setiawan juga menyampaikan permohonan maaf dengan adanya gangguan teknis dengan terhentinya pelayanan armada di koridor 4 BRT Trans Semarang yakni rute Terminal Cangkiran-Stasiun Semarang Tawang.
Diharapkan, pengguna jasa BRT bisa sementara waktu untuk menggunakan feeder I atau BRT koridor 8 apabila ingin menuju Simpanglima dari Terminal Cangkiran.
“Saat ini di rute koridor 4 hanya dilayani dengan tujuh bus armada secara swakelola. Sehingga saya memohon maaf kepada masyarakat atas pelayanan yang kurang maksimal,” imbuh Henrix di kantornya. (HS-06)