HALO SEMARANG – Dorna Sports selaku operator resmi MotoGP menyebut tim Suzuki Ecstar tidak bisa mundur begitu saja.
Pasalmya, harus ada pembicaraan lebih dulu sebelum memutuskan keluar dari Kejuaraan Dunia.
Menurut Dorna, jika Suzuki akhirnya mundur setelah adanya kesepakatan antara dua pihak, Dorna kemudian akan memutuskan lagi soal jumlah pembalap dan tim yang ideal untuk MotoGP 2023.
Suzuki pernah mundur pada 2012 hingga 2014.
Keputusan Suzuki untuk mundur pada akhir musim 2022 memang sangat mengejutkan.
Apalagi pabrikan Jepang ini telah menyanggupi siklus kontrak lima tahun yang baru dengan MotoGP hingga 2026.
Ada penalti yang harus dibayar saat menarik diri di tengah jalan.
Keputusan Suzuki agaknya tinggal menunggu pengesahan setelah sejumlah media di MotoGP mendapatkan konfirmasi melalui sumber dari dalam tim.
Keputusan Suzuki tak lepas dari dampak krisis finansial yang disebabkan pandemi Covid-19 serta konflik militer antara Rusia dan Ukraina.
Soal urusan bujet, Suzuki tidak semewah dua pabrikan asal Jepang, yakni Honda dan Yamaha.
Keluarnya Suzuki dari MotoGP juga mempengaruhi bursa pembalap karena mereka meninggalkan dua sosok pembalap kuat dalam diri Joan Mir dan Alex Rins.
Mir dan Rins diyakini tak akan mengalami kesulitan untuk bertahan di MotoGP berkat pencapaian bagus mereka dan banyaknya pembalap yang habis kontrak pada musim ini.
Mir, juara dunia MotoGP 2020, diminati Repsol Honda untuk menggantikan Pol Espargaro.
Sementara nasib Rins masih abu-abu, tapi dia berpeluang pindah ke Yamaha atau Aprilia.
Di atas kertas Yamaha menjadi pabrikan yang paling dekat dengan Suzuki karena sama-sama mengusung mesin dengan konfigurasi inline four. (HS-06)