HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), saat ini sedang berupaya mewujudkan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.
Dari lima daerah itu, baru KTN di Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, yang sudah soft launcing, Kamis (24/3) lalu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH, mengatakan upaya mewujudkan KTN, merupakan komitmen BNPT dalam menjawab keinginan Presiden RI Joko Widodo, agar kawasan deradikalisasi di luar lembaga pemasyarakatan diperluas.
KTN merupakan salah satu bentuk pendekatan lunak, yang mengedepankan aspek kesejahteraan, dengan memberikan fasilitas kepada mitra deradikalisasi atau mantan napi terorisme, penyintas dan masyarakat, untuk mengembangkan produktivitas ekonomi.
Kawasan ini dijadikan sarana reintegrasi sosial, bagi mitra deradikalisasi agar memiliki kemandirian ekonomi.
Agar mitra deradikalisasi dapat memanfaatkan wilayah KTN dengan baik, Kepala BNPT berharap Tim Sinergisitas dapat melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik dengan Kementerian Pertanian.
“Perlu pembicaraan intens dengan kementerian pertanian. Terkait pelatihan pertanian dan peternakan yang dapat dimanfaatkan oleh mitra deradikalisasi,” kata dia, seperti dirilis bnpt.go.id, kemarin.
Dalam jangka panjang, KTN diharapkan mampu mencegah radikalisme dan terorisme melalui transformasi mindset.
“Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) merupakan upaya penanggulangan terorisme berbasis kesejahteraan. Kolaborasi dan sinergi diperlukan sebagai bentuk negara hadir dalam upaya penanggulangan terorisme,” kata Kepala BNPT.
Di dalam wilayah KTN, upaya deradikalisasi berbasis kesejahteraan juga akan dihidupkan dengan kegiatan dialogis penanaman nilai-nilai kebangsaan dengan konsep Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI). (HS-08)