HALO BOYOLALI – Anak usia 6 hingga 11 tahun yang sudah divaksin di Kabupaten Boyolali kini telah mencapai 56,4 persen dari jumlah yang ditargetkan 96.100 sasaran. Ditargetkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk kelompok usia tersebut bisa selesai pertengahan bulan ini.
“Jumlah anak usia 6-11 tahun yang sudah disuntik vaksin jenis Sinovac dosis satu di Kabupaten Boyolali sebanyak 54.202 sasaran atau sekitar 56,4 persen dari total target 96.100 sasaran,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Puji Astuti, Selasa (4/1/2022).
Dia mengemukakah vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Boyolali, meningkat 674 orang, dari 95.426 menjadi 96.100 orang. Hal ini karena anak TK yang sudah berusia 6 tahun, juga ikut masuk dalam target sasaran.
Diperkirakan 124.713 dosis vaksin jenis Sinovac yang disediakan, mampu melayani sasaran dengan baik.
“Kami terus melakukan percepatan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun melalui puskesmas-puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan di Boyolali sehingga diharapkan dosis satu bisa selesai pada pertengahan Januari ini,” ujar Puji.
Kegiatan vaksinasi anak di tujuh kecamatan tersebut yakni Cepogo sebanyak 337 sasaran, Nogosari sebanyak 235 sasaran, Andong sebanyak 384 sasaran, Ampel sebanayk 411 sasaran, Ngemplak sebanyak 575 sasaran, Gladagsari sebanyak 207 sasaran, dan Kemusu sebanyak 447 sasaran. Sehingga, total sasaran vaksin, pada Selasa ini, sebanyak 2.596 anak.
Untuk mempermudah penyelenggaraan, vaksinasi dilaksanakan saat anak-anak mengeikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Anak-anak sekolah di Boyolali liburan semester seharusnya 18 Desember 2021, tetapi diundur mulai Jumat (10/1/2022) hingga tanggal 17 Januari mendatang,” katanya.
Dia mengatakan untuk cakupan vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Boyolali hingga Selasa ini, sudah mencapai 795.148 sasaran atau sekitar 95,14 persen dari jumlah yang ditargetkan yakni 835.772 sasaran.
Vaksinasi dosis kedua di Boyolali mencapai 665.930 sasaran atau sekitar 79,69 persen dan dosis ketiga sebanyak 6.328 sasaran atau sekitar 0,76 persen.
Kendati demikian, Dinkes Kabupaten Boyolali tetap berharap masyarakat tidak boleh lengah disiplin menjaga protokol kesehatan terutama saat keluar rumah meski kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali sudah reda dan kondisinya membaik.
Menurut dia, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Boyolali masih empat pasien yakni dua kasus menjalani perawatan di rumah sakit dan dua lainnya menjalani isolasi mandiri karena tanpa gejala.
“Kasus aktif ini, ada tambahan satu yang baru yakni seoaang laki-laki usia 50 tahun asal Kecamatan Teras, ada benjolan dihidung kemudian dirujuk ke RSUD Moewardi Solo saat persiapan tindakan cek PCR hasil positif. Sehingga, Dinkes saat ini, akan melakukan tracing ke keluarga pasien di Teras Boyolali,” kata dia. (HS-08)