
HALO KENDAL – Angka penularan Covid-19 di Kabupaten Kendal cenderung turun. Meski pada awal Ramadan sempat ada kenaikan, namun mulai pertengahan Ramadan kembali menunjukkan tren menurun.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Ferinando Rad Bonay, saat ditemui halosemarang.id, Sabtu (8/5/2021).
Dijelaskan, sebelum memasuki Ramadan penyebaran Covid-19 per hari rata-rata ada 9 orang. Namun tiba-tiba pada awal Ramadan naik menjadi 11 orang per hari.
“Petugas pun kembali melakukan pengetatan, baik razia masker maupun pengetatan terhadap warga yang hendak mudik. Tapi mulai pertengahan Ramadan, penyebarannya sudah turun lagi. Saat ini rata-rata per hari hanya 10 orang saja,” jelas Ferinando.
Ia pun menambahkan, untuk mengantisipasi warga yang mudik, pihaknya sudah memberikan 50 alat bantu rapid test antigen pada masing-masing puskesmas. Tujuannya agar bisa difungsikan untuk screening Covid-19.
Berkaitan hal tersebut, Ferinando meminta kepada Satgas di tingkat PPKM Mikro, wajib melaporkan warga yang baru mudik untuk dilakukan pemeriksaan.
“Untuk sementara baru Kecamatan Pageruyung yang sudah melaporkan, ada 49 warga yang mudik dan sudah dilakukan tes swab antigen. Untuk hasil tes swabnya negatif semua,” ungkap Kadinkes Kendal.
Sementara itu, Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, dalam pencegahan Covid-19, Pemkab Kendal selalu menindaklanjuti Surat Edaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Misalnya terkait larangan mudik pada Lebaran tahun ini, Pemkab Kendal melakukan pengetatan terhadap siapa saja yang masuk ke wilayah Kendal.
“Semua harus bisa menunjukkan surat keterangan tes swab antigen dengan hasil negatif. Penjagaan ketat dilakukan di tiga posko pintu keluar tol, semua yang masuk wilayah Kendal akan diperiksa,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, penurunan penyebaran bisa dilihat dari jumlah pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Kendal yang semakin berkurang.
Di RS dr Soewondo Kendal dari 66 ruang, hanya ada 17 pasien. Di RS Charlie, dari 18 ruang, hanya 1 ruang yang terisi. Sedangkan di RS Darul Istiqomah dari 10 ruang, hanya 2 ruang yang terisi.
Selanjutnya di RSI Kendal dari 20 ruang hanya 9 ruang yang terisi. Sedangkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 sudah tidak ada satu pun pasien Covid.(HS)