in

Pascabanjir Bandang, Slamet Trail Run 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Wisata Guci

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berbicara dalam konferensi pers Slamet Trail Run dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah 2026 di Gulala Azana Resort Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/10/2026).

HALO TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan ajang Slamet Trail Run 2026 sebagai momentum untuk memulihkan kunjungan wisata ke Guci, Kabupaten Tegal, setelah kawasan tersebut dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu. Sebanyak 1.031 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kegiatan ini, sekaligus diharapkan ikut menggerakkan kembali perekonomian masyarakat setempat.

Melalui ajang lari lintas alam tersebut, Pemprov Jateng ingin menunjukkan bahwa kawasan wisata Guci telah kembali beroperasi normal dan siap menyambut wisatawan.

“Kita perlu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa kondisi Guci itu sebenarnya dari sisi wisata baik-baik saja,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat konferensi pers Slamet Trail Run dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah 2026 di Gulala Azana Resort Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Sumarno, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali potensi wisata Guci. Selain mengikuti perlombaan, para peserta diharapkan dapat menikmati destinasi wisata setempat dan membagikan pengalaman mereka kepada masyarakat luas.

Tahun ini, Slamet Trail Run diikuti 908 peserta umum dan 123 peserta Kejurda ALTI Jawa Tengah. Keterlibatan ratusan pelari tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dampak kegiatan juga diupayakan menjangkau masyarakat secara langsung. Panitia menyebut sekitar 90 persen personel penyelenggara berasal dari warga lokal. Kegiatan ini turut melibatkan masyarakat desa, pengelola basecamp, pelaku UMKM, serta kelompok kesenian rakyat.

Dengan demikian, penyelenggaraan Slamet Trail Run tidak semata-mata menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal dan mengembalikan kepercayaan wisatawan terhadap Guci.

Selain mengangkat pariwisata, penyelenggaraan tahun ini dipadukan dengan Kejurda ALTI Jawa Tengah untuk memperkuat pembinaan olahraga lari lintas alam.

Sumarno, yang juga menjabat Ketua ALTI Jawa Tengah, mengatakan penggabungan kedua agenda tersebut diharapkan dapat mengembangkan olahraga trail run, baik sebagai aktivitas rekreasi maupun cabang olahraga prestasi.

Menurutnya, setelah berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), ALTI memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menjaring dan membina atlet potensial. Kejurda menjadi salah satu tahapan untuk mengidentifikasi pelari yang dapat dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Target kita tentu saja ingin emas. Tapi hari ini kita menargetkan untuk bisa menjaring atlet-atlet yang akan kita kirim pada PON yang akan datang di 2028,” ujar Sumarno.

Atlet yang teridentifikasi melalui kejuaraan tersebut akan menjalani pembinaan lanjutan sebelum dipersiapkan untuk bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menyambut positif penyelenggaraan Slamet Trail Run karena dinilai membuka peluang bagi kebangkitan ekonomi masyarakat setelah bencana.

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk kembali mendapatkan penghasilan dari aktivitas pariwisata.

“Pada prinsipnya kami juga berterima kasih karena dengan agenda seperti ini tentu kegiatan ekonomi masyarakat bisa ada harapan baru. Peserta ternyata luar biasa yang hadir di sini dari berbagai daerah, dan tidak hanya Jawa Tengah,” ujar Amir.

Ia memastikan fasilitas wisata, termasuk penginapan, telah siap menerima kedatangan wisatawan. Amir juga berharap para peserta yang telah melihat langsung kondisi Guci dapat kembali berkunjung bersama keluarga maupun kerabat.

“Prinsipnya Guci sudah siap untuk menerima atau menyambut para wisatawan,” katanya.

Slamet Trail Run 2026 merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di Purbalingga. Tahun ini, panitia menghadirkan lima kategori perlombaan, yakni 45K Ultra, 25K Summit, 15K Forest, 7K Vertikal, dan 5K Fun Run.

Kategori 45K Ultra dimulai pada Sabtu malam, sedangkan empat kategori lainnya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Total hadiah yang disediakan mencapai Rp97,5 juta.

Untuk menjamin keselamatan peserta, panitia juga menyiapkan langkah mitigasi dengan melibatkan BPBD Kabupaten Tegal, Palang Merah Indonesia (PMI), tim medis, dan Perhutani. Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi berbagai risiko di jalur perlombaan, termasuk potensi hujan dan kebakaran hutan.

Melalui perpaduan olahraga, promosi pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat, Slamet Trail Run 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas wisata Guci sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata alam unggulan di Jawa Tengah.(HS)

Drumben Putri dan Angkat Besi Putra Kendal Raih Emas