HALO KARANGANYAR – Sebanyak 482 guru dan tenaga kependidikan PAUD ‘Aisyiyah, menggelar deklarasi kemandirian Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (19/10/2026).
Deklarasi tersebut menjadi tonggak baru bagi IGABA Karanganyar, dalam mengelola organisasi secara mandiri, memperkuat profesionalisme pendidik, serta memperluas ruang pengembangan kompetensi guru demi menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas.
Bupati Karanganyar, H Rober Christanto, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam mewujudkan kemandirian organisasi tersebut.
Menurutnya, proses transisi menuju kemandirian membutuhkan komitmen, kesabaran, dan kerja sama berbagai pihak.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi landasan bagi IGABA untuk semakin berkembang dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Karanganyar.
“Pak Bupati memberikan apresiasi yang sangat tinggi karena transisinya membutuhkan ikhtiar yang sangat luar biasa. Tetapi alhamdulillah, berkat panjenengan semua, kemandirian bisa dicapai bersama,” ungkap Kurniadi.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pimpinan Daerah IGABA Kabupaten Karanganyar, Wulansari Nurul Amanah, S.S., S.Pd., membacakan naskah Deklarasi Kemandirian IGABA sebagai pernyataan resmi komitmen organisasi dalam menjalankan tata kelola secara mandiri dan profesional.
Naskah deklarasi kemudian ditandatangani oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), PD IGABA, serta organisasi profesi mitra. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan dan keberlanjutan kemitraan dalam bidang pendidikan.
Melalui deklarasi ini, IGABA Karanganyar menegaskan kemandiriannya dalam tata kelola organisasi, pengelolaan keanggotaan profesi, serta pembinaan pendidik secara terpadu melalui sistem satu pintu di bawah naungan PDA dan PDM Kabupaten Karanganyar.
Kemandirian tersebut merupakan tindak lanjut dari proses transisi berdasarkan kesepakatan bersama pada 1 Oktober 2026, dengan fasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar. Prosesnya mengedepankan prinsip kesantunan, keharmonisan, dan sikap saling menghormati antarlembaga.
Meski telah berdiri secara mandiri, IGABA tetap berkomitmen menjaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah serta membangun kemitraan yang produktif dengan organisasi profesi lainnya, termasuk Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan simbolis nomor registrasi IGABA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) kepada perwakilan Pimpinan Cabang IGABA se-Kabupaten Karanganyar. Penyerahan ini menjadi penanda penguatan identitas kelembagaan organisasi profesi tersebut.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno serta unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar, Muhammad Arif Babheir, bersama jajaran pengurus dan anggota IGABA.
Dengan kemandirian organisasi, IGABA Karanganyar diharapkan semakin leluasa memperkuat pembinaan guru, meningkatkan kompetensi pendidik, dan mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.
Upaya tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi anak-anak melalui layanan pendidikan yang berkualitas, membangun karakter, dan menjadi fondasi kuat bagi tumbuh kembang serta kesiapan mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya. (HS-08)


