HALO BLORA – Olahraga tak sekadar menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan senam bersama dan jalan Nordik yang digelar Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) WTLB Jiken, bersama Komunitas Mlaku-mlaku Tanpa Beban (Mantab) Jepon di halaman Gedung Serbaguna Jepon, Kabupaten Blora.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai komunitas dan organisasi tersebut, sekaligus menjadi momentum pembentukan kepengurusan KJNI Mantab Jepon.
Pembentukan ini diharapkan memperluas gerakan olahraga rekreasi masyarakat sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga.
Para peserta berasal dari KJN Patra Cepu, KJN Blora, KJN Ceria Kunduran, KJN WTLB Jiken, KJL Bogorejo, Mantab Jepon, serta perwakilan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Pepabri, PP Polri, dan IPPK.
Inisiator sekaligus Ketua KJN WTLB Jiken, Eny Kusnanto, mengatakan kegiatan senam dan jalan Nordik tersebut merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan semangat kebersamaan melalui olahraga.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi KJNI, yakni “Sehat Bugar Selaras Guyub Rukun Paseduluran Sak Lawase”, yang menekankan pentingnya kesehatan, kebugaran, kerukunan, dan persaudaraan sepanjang masa.
Sementara itu, Ketua Komunitas Mantab, Totok, menyambut hangat kedatangan para peserta.
Ia menjelaskan, Mantab merupakan komunitas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di sekitar Kelurahan Jepon.
Selain rutin mengadakan jalan santai, komunitas tersebut juga menggelar kegiatan olah vokal dengan tembang kenangan, arisan, hingga aksi sosial berupa kunjungan kepada keluarga yang sedang tertimpa musibah.
Dalam kesempatan itu, Totok berharap komunitas jalan Nordik dapat segera terbentuk di Jepon. Harapan tersebut disambut positif oleh para peserta.
Melalui musyawarah secara aklamasi, disepakati rencana kepengurusan KJNI Mantab Jepon dengan AKBP (Purn) Polri Sarmidi sebagai ketua dan Letkol (Purn) TNI Sri Harjanto sebagai wakil ketua.
Menambah Kawan
Penasihat KJN WTLB Jiken, HM Kusnanto, yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Blora, mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai wilayah. Ia menilai semangat swadaya masyarakat menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak harus menjadi penghalang untuk tetap berolahraga dan bersilaturahmi.
Kusnanto menjelaskan, jalan Nordik atau Nordic Walking merupakan olahraga berjalan kaki dengan menggunakan dua tongkat khusus, menyerupai tongkat ski.
Penggunaan tongkat tersebut melibatkan lebih banyak kelompok otot dibandingkan jalan kaki biasa.
Menurutnya, olahraga yang berasal dari Finlandia ini dapat menjadi pilihan aktivitas fisik sekaligus sarana bersosialisasi atau golek konco—mencari teman—untuk mempererat persaudaraan.
Jalan Nordik memiliki sejumlah manfaat, antara lain membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, melatih otot tubuh bagian atas, mendukung keseimbangan, serta membantu mengurangi beban pada sejumlah sendi apabila dilakukan dengan teknik yang tepat.
Aktivitas di luar ruangan bersama komunitas juga dapat menjadi kesempatan untuk melepas penat dan menjaga suasana hati.
Kusnanto menambahkan, pengalaman mengikuti kegiatan tersebut membuatnya semakin menikmati aktivitas fisik bersama teman-teman. Suasana penuh canda dan tawa, menurutnya, menjadi nilai tambah yang membuat olahraga terasa menyenangkan.
Ia pun menutup sambutannya dengan sebuah pantun:
Bunga melati harum wewangi,
Warnanya putih menawan hati.
Senam dan jalan Nordik bersama KJNI,
Membuat hidup sehat, bugar, dan mempesona diri.
KJNI Blora Telah Hadir di Tujuh Kecamatan
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua DPC KJNI Kabupaten Blora, Suparjan. Ia memuji inisiatif Ketua dan Penasehat KJN WTLB Jiken, yang telah menggalang serta mendukung kegiatan tersebut hingga mendorong terbentuknya kepengurusan KJNI Mantab Jepon.
Dengan hadirnya kepengurusan baru ini, KJNI telah menjangkau tujuh dari total 16 kecamatan di Kabupaten Blora.
Suparjan berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengikuti jalan Nordik sebagai pilihan olahraga rekreasi. Kegiatan ini, menurutnya, dapat dilakukan bersama keluarga maupun teman di lapangan terbuka dan kawasan wisata alam.
Acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan makan bersama serta menikmati lantunan lagu-lagu tembang kenangan, menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kebugaran sekaligus menjaga persaudaraan di tengah masyarakat. (HS-08)


