in

Sejahterakan Pendidik, Pemkot Salatiga Salurkan Insentif bagi 1.009 GTK Non-ASN

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, secara simbolis menyerahkan insentif kesejahteraan bagi 1.009 guru dan tenaga kependidikan Non-ASN jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga tutor kesetaraan se-Kota Salatiga, di Ruang Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (19/10/2026). (Foto : salatiga.go.id)

 

HALO SALATIGA – Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyalurkan Insentif Kesejahteraan (Kesra) bagi 1.009 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Non-ASN jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga tutor kesetaraan se-Kota Salatiga.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis, oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, di Ruang Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (19/10/2026).

Dia mengatakan penyaluran insentif ini merupakan bentuk perhatian Pemkot Salatiga, bersama DPRD, terhadap pengabdian para pendidik, sekaligus dukungan bagi peningkatan kesejahteraan GTK Non-ASN di Kota Salatiga, yang dikenal sebagai Kota Pendidikan.

Pada tahun 2026, insentif dialokasikan untuk periode Januari–Desember. Penyaluran tahap awal mencakup periode Januari–September, sedangkan insentif untuk Oktober–Desember akan disalurkan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam arahannya, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi, menuntut guru untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik generasi saat ini.

Namun, dia mengingatkan bahwa peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan menanamkan nilai moral sejak dini.

“Tuntutan belajar saat ini bukan hanya untuk murid, tetapi juga untuk para guru. Di tingkat dasar, fungsi guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana membentuk karakter yang baik bagi generasi muda,” tegas Robby.

Ia juga menyoroti fenomena perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak yang dapat berujung pada dampak serius.

Menurutnya, pendidikan karakter perlu diperkuat melalui pendekatan edukatif yang mengedepankan kasih sayang, kejujuran, dan penghargaan terhadap sesama.

Salah satu langkah yang didorong adalah menghidupkan kembali permainan tradisional di lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang PAUD dan SD. Selain melestarikan budaya, permainan tradisional menjadi sarana bagi anak untuk belajar bekerja sama, bersikap jujur, dan menghargai orang lain.

“Melalui permainan tradisional saat jam istirahat, anak-anak belajar menghargai orang lain, mengedepankan kejujuran, melatih kerja sama tim, sekaligus melestarikan budaya. Dari situ karakter anak terbentuk, agar target Generasi Emas 2045 tidak berubah menjadi ‘Generasi Cemas’,” tambahnya.

Terkait kesejahteraan pendidik, Robby menyampaikan bahwa Pemkot Salatiga bersama DPRD terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Ia juga mengingatkan para pendidik agar bijak mengelola keuangan serta menghindari perjudian online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol).

Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyampaikan apresiasi atas pengabdian para guru dan tenaga kependidikan.

Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan moral dan masa depan generasi muda.

“Guru bukan sekadar profesi atau pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian. Di tangan gurulah masa depan dan pembentukan moral anak-anak Kota Salatiga dipertaruhkan,” ujar Dance.

Dance turut mengingatkan tantangan kenakalan remaja dan paparan media sosial yang dapat mendorong perilaku kekerasan, termasuk tawuran.

Karena itu, dia mendorong para guru untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus aktif memantau perilaku siswa, termasuk di luar lingkungan sekolah, agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal maupun paham destruktif. Ia juga mengimbau para pendidik agar mewaspadai tawaran pinjaman online ilegal.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mujiati  menjelaskan bahwa penyaluran insentif tersebut mengacu pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan Tahun Anggaran 2026, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp6.642.000.000 untuk 1.009 GTK Non-ASN.

Pada tahap awal, insentif disalurkan sebesar Rp4.563.000.000, sedangkan kekurangannya akan disalurkan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun besaran insentif per bulan disesuaikan dengan jenjang dan kategori penerima. Sebanyak 546 guru PAUD dan 28 tutor Paket A masing-masing menerima Rp500.000; 267 guru SD/MI dan 113 guru SMP/MTs masing-masing menerima Rp450.000; 31 tutor Paket B menerima Rp750.000; serta 24 tutor Paket C menerima Rp1.000.000.

Penyerahan secara langsung di Ruang Kaloka diwakili oleh 90 GTK, terdiri atas 30 perwakilan PAUD, 30 perwakilan SD/SMP swasta, 20 perwakilan MTs, dan 10 tutor kesetaraan.

Sementara itu, insentif bagi penerima lainnya disalurkan melalui transfer ke rekening masing-masing secara bertahap.

Melalui penyaluran insentif ini, Pemkot Salatiga berharap dukungan terhadap kesejahteraan pendidik dapat terus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter generasi muda. (HS-08)

 

 

Puluhan Tahun Tertahan, Pemprov Jateng Siapkan Pengembalian 1.947 Sertifikat Tanah Petani Mitra PT Pagilaran, Gratis

Kunjungi Jepara, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat Dorong Pemerintah Libatkan Disabilitas di Industri Kreatif Batik