in

Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pemuda, Disporapar Kendal Andalkan Program Semanis Kamu

Pembukaan kegiatan Sekolah Bisnis Kendal Batch #2 Selasa (15/9/2026).

HALO KENDAL – Pengembangan kewirausahaan pemuda menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pemuda.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Mardi Edi Susilo saat membuka kegiatan Sekolah Bisnis Kendal Batch #2, di Agrowisata Tirtoarum Baru Kendal, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan diikuti sekitar 80 wirausaha muda yang ada di Kabupaten Kendal selama dua hari, Selasa-Rabu, 15-16 September 2026.

“Disporapar terus mendorong pengembangan kewirausahaan pemuda melalui program Sekolah Bisnis Kendal atau SBK, sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas dan daya saing pemuda Kabupaten Kendal,” ujar Mardi.

Menurutnya, pada SBK Batch #2 tahun 2026 ini, tema literasi keuangan dipilih karena dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah usaha.

“Literasi keuangan ini sangat penting karena kadang – kadang mereka itu merasa tidak berdaya kalau merintis bisnis tetapi tidak punya modal. Sehingga saat ini kita mengundang narasumber dengan latarbelakang pengelola keuangan untuk memberikan pelatihan dan pemahaman kepada peserta,” ungkap Mardi.

Selain itu, tidak sedikit pelaku usaha yang sebenarnya telah memiliki produk bagus, pelanggan cukup banyak, bahkan omzet yang besar, tetapi belum mampu mengelola keuangannya secara tepat.

Mardi menyebut, masih banyak pelaku usaha yang belum membedakan uang usaha dengan uang pribadi, belum melakukan pencatatan keuangan secara tertib, belum memahami risiko usaha, maupun belum memiliki perencanaan keuangan yang matang.

“Literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan usaha. Dengan kemampuan mengelola keuangan, seorang wirausaha dapat mengetahui kondisi usahanya secara nyata, menghitung keuntungan, mengendalikan pengeluaran, merencanakan pengembangan usaha, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data dan perhitungan yang tepat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan SBK #2 , peserta dibagi menjadi dua kelas, yakni Kelas A dan Kelas B. Kelas A diperuntukkan bagi wirausaha muda yang sedang merintis usaha.

Materi yang diberikan meliputi pengembangan ide bisnis, pemasaran, digital marketing, penyusunan action plan hingga pembuatan rencana bisnis.

Sedangkan Kelas B diperuntukkan bagi wirausaha muda yang sebelumnya telah mengikuti Sekolah Bisnis.

Para peserta akan mendapatkan pembelajaran lebih mendalam mengenai manajemen keuangan, arus kas, realisasi HPP (Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan), rencana anggaran dan permodalan, serta evaluasi pertumbuhan usaha masing-masing.

“Harapannya, mereka dapat mengenali kesulitan yang dihadapi sekaligus menemukan solusi keuangan bisnis yang tepat dan menentukan keputusan yang harus diambil,” harap Mardi.

Dirinya berharap kegiatan SBK Batch #2 tidak sekadar menjadi pelatihan bagi para peserta tetapi menjadi momentum untuk mengubah pola pikir dan cara kerja wirausaha muda dalam menjalankan serta mengembangkan bisnisnya.

“Karena itu, saya berharap kegiatan ini tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi momentum untuk mengubah cara berpikir dan cara bekerja para wirausaha muda Kendal untuk menyongaong masa depan dan siap menangkap peluang,” ungkap Mardi.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Disporapar Kendal, Retno Kurniawati menjelaskan, SBK Batch #2 merupakan rangkaian dari program Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan Pemuda (Semanis Kamu) yang menjadi salah satu program unggulan Kabupaten Kendal dalam pengembangan kewirausahaan pemuda.

“Sekolah Bisnis Kendal ini merupakan rangkaian dari program peningkatan kapasitas daya saing pemuda melalui program Semanis Kamu dengan pengembangan kewirausahaan pemuda,” jelas Retno.

Ia menyebut Sekolah Bisnis Kendal ini sebagai wadah pembinaan dan pelatihan serta pendampingan yang terstruktur bagi generasi muda dan wirausaha muda di Kendal.

Selain itu, lanjut Retno, juga sebagai upaya membekali generasi dengan kompetensi bisnis yang komperhensif, adaptif terhadap teknologi digital serta berorientasi pada kemandirian finasial dan pertumbuhan jangka panjang.

“Ini tahap kedua. Sebelumnya ada Sekolah Bisnis Kendal #1 dan juga workshop kewirausahaan. Harapannya teman-teman wirausaha muda dapat mengikuti setiap tahapan proses pendampingan kewirausahaan, sehingga nantinya mereka benar-benar siap ketika terjun dalam dunia kewirausahaan,” pesannya.

Retno menambahkan, proses pelatihan dan pendampingan, Disporapar melaksanakannya secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Tidak hanya memberikan pengetahuan bisnis, program tersebut juga diarahkan pada pendampingan akses permodalan maupun bantuan kewirausahaan.

“Selain pelatihan, ada juga pendampingan ke arah permodalan ataupun bantuan wirausaha. Selama ini kita juga bekerja sama dengan Rumah Zakat,” tambahnya. (HS-06)

Tanpa Suara, Begini Peserta Tuli Baca Al-Qur’an pada Ajang MTQ Nasional

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng