HALO KENDAL – Kolaborasi diperlukan dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat audiensi dengan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pageruyung, Agus Widiyanto, di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, dalam kolaborasi Dinkesda dan pihak kecamatan sangat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting secara terpadu di wilayah.
“Dari pihak kecamatan bisa memberikan pelatihan teknis dan optimalisasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Pageruyung. Selain itu menggerakkan antusiasme kepala desa, tim PKK, dan tokoh masyarakat di wilayahnya untuk aktif dalam program penurunan stunting,” ujar Ferinando.
Sementara, Sekcam Pageruyung, Agus Widiyanto mengakui, pembinaan di mayarakat sangat minim dikarenakan efisiensi anggaran.
“Oleh karena itu perlu adanya inovasi Optimalisasi Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS, melalui
Sinergitas Peran Serta Antusiasme Komunitas Masyarakat atau SI NIMAS yang saya kembangkan di Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal,” ungkapnya.
Menurut Agus, wilayah Kecamatan Pageruyung meliputi daerah perbukitan hutan serta pegunungan. Sehingga antusiame mayarakat perlu didorong untuk berpartisipasi dengan cara gotong royong lewat komunitas di desa dalam penanganan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Pageruyung .
Ia juga menyebut, permasalahan ini ditunjukkan dengan besaran angka stunting Kecamatan Pageruyung yang pada akhir tahun 2025 masih di angka 7,89 persen target di RPJMD 15,73 persen, dan target nasional 18,8 persen.
“Untuk itulah, saya selaku Ketua Tim Penanganan Penurunan Stunting di
Kecamatan Pageruyung memandang perlu mengangkat permasalahan stunting, karena salah satu isu strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah pusat hingga pemerintah daerah karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia,” jelas Agus.
Dikatakan, bahwa Tim TPPS Kecamatan Pageruyung dibentuk dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan umum, ketentraman dan ketertiban, serta
pemberdayaan masyarakat desa.
“Tugas dan fungsi Tim TPPS Kecamatan Pageruyung dalam hal ini Tugas Camat secara ringkas terbagi menjadi lima kelompok tugas, yaitu pembinaan, monitoring, fasilitasi, pengawasan, serta pengendalian di wilayah Kecamatan Pageruyung,” beber Agus.
Keberhasilan penyelenggaraan SI NIMAS dibuktikan dengan penurunan angka stunting, yang di bulan Januari-Juli 2026 mencapai 7,89 persen, di Agustus-September 7,75 persen (penurunan 0,14 persen).
“Itu data yang kami peroleh dari aplikasi Sigizi, Surveilans gizi, dan kesehatan keluarga,” jelas Agus.
Dirinya juga berpesan, pencegahan stunting sangat ditentukan oleh perubahan perilaku keluarga. Oleh karena itu, intervensi tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup pola asuh, konsumsi protein hewani, sanitasi, akses air bersih, serta pemanfaatan layanan kesehatan.(HS)


