HALO PURWOREJO – Masalah pengelolaan sampah di Indonesia saat ini, tidak lagi cukup dijawab hanya dengan pembangunan fasilitas fisik, melainkan yang terpenting adalah membangun sebuah sistem yang berjalan dari hulu sampai ke hilir.
Hal itu disampaikan Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kedeputian Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN / Bappenas, Jayadi, Kamis (3/8/2026), ketika memimpin kunjungan tim Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), ke Kabupaten Purworejo.
Tim yang terdiri atas unsur National Steering Committee, Central Project Management Unit (CPMU) dan Project Implementation Unit (PIU) dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas, dan Bank Dunia, diterima Bupati Purworejo Yuli Hastuti, di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo.
Hadir pula saat itu Sekretaris Daerah, Suranto dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Budi Wibowo.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tahapan persiapan pelaksanaan Program LSDP di Kabupaten Purworejo.
Lebih lanjut Jayadi menyampaikan bahwa persoalan persampahan, yang sedang dihadapi saat ini semakin membutuhkan perubahan dan pendekatan sistemik dan kolaboratif.
“Oleh karenanya, LSDP menjawab sebagai instrumen untuk mendorong masalah sampah melalui penguatan tata kelola, peningkatan kinerja layanan dan sampai pada implementasinya,” kata dia, seperti dirilis purworejokab.go.id.
Jayadi menjelaskan bahwa verifikasi dan validasi lapangan yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari penajaman kesiapan daerah, utamanya untuk menindaklanjuti hasil dan catatan verifikasi teknis, menilai kesiapan data dan informasi terkait kondisi eksisting pengelolaan persampahan di daerah.
“Untuk mendukung hibah tersebut sedikitnya ada enam hal penting yang perlu dipastikan saat verifikasi ini. Di antaranya konfirmasi kesiapan, perencanaan anggaran, lokal project implementing unit, anual working plan dan kegiatan yang dapat dibiayai, kesiapan input sampah dan layanan, yang terakhir peran serta masyarakat,” jelasnya.
Untuk diketahui, Kabupaten Purworejo menjadi salah satu dari 30 kabupaten / kota di Indonesia, yang terpilih untuk menerima hibah Program LSDP periode 2026–2030 untuk penguatan tata kelola dan sarana prasarana persampahan.
Di Jawa Tengah, terdapat empat daerah penerima hibah tersebut, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Brebes, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Purworejo.
Masing-masing daerah menerima hibah Program LSDP senilai Rp 107,1 miliar, yang telah diserahkan secara simbolis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Jumat (28/8/2026) yang lalu di Surakarta.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyambut baik kunjungan lapangan ini sebagai kesempatan untuk melihat kondisi pengelolaan persampahan di Kabupaten Purworejo secara langsung.
“Kami siap memberikan informasi yang diperlukan dan mendukung proses peninjauan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Program LSDP yang diterima akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menjawab persoalan persampahan di Kabupaten Purworejo.
Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan kesiapannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam tahapan persiapan program. (HS-08)


