in

ACF TB di Puskesmas Ngadirojo Mlokomanis Kulon, 104 Warga Jalani Rontgen, 20 Suspek TB

Pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ngadirojo Mlokomanis Kulon Wonogiri, dalam rangkaian penemuan kasus tuberkulosis, baru-baru ini. (Foto : wonogirikab.go.id)

 

HALO WONOGIRI – Sebanyak 104 warga Kelurahan Mlokomanis Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, menjalani kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus tuberkulosis (TB), melalui pemeriksaan rontgen, baru-baru ini di Puskesmas Ngadirojo.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan Pemerintah Kelurahan Mlokomanis Kulon tersebut, menjadi salah satu langkah untuk menemukan warga yang berpotensi mengalami TB, termasuk mereka yang belum datang ke fasilitas pelayanan kesehatan karena belum merasakan gejala yang berat.

Dari hasil pemeriksaan rontgen, sebanyak 63 orang dinyatakan memiliki hasil rontgen normal.

Sementara itu, 21 orang menunjukkan hasil rontgen abnormal namun tidak mengarah pada TB.

Petugas Puskesmas Ngadirojo memberi perhatian khusus kepada 20 orang dengan hasil rontgen abnormal yang dicurigai TB.

Mereka kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai indikasi guna memastikan kondisi kesehatannya.

Kepala Puskesmas Ngadirojo, dokter Nenchi Richa Kirana, mengatakan kegiatan ACF merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini TB, di wilayah kerja Puskesmas Ngadirojo.

Menurutnya, Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius.

Penemuan kasus secara aktif menjadi penting karena seseorang yang mengalami TB dapat saja belum menyadari kondisinya atau belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“ACF ini penting karena kita tidak hanya menunggu masyarakat datang berobat, tetapi juga secara aktif melakukan penemuan kasus di masyarakat. Dengan deteksi lebih awal, warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Nenchi, seperti dirilis wonogirikab.go.id.

Ia juga menegaskan bahwa hasil rontgen yang dicurigai TB belum berarti seseorang telah dinyatakan positif TB.

“Warga dengan hasil rontgen yang dicurigai TB, masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti arahan petugas kesehatan sampai proses pemeriksaan selesai,” tambahnya.

Nenchi mengajak masyarakat, untuk tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TB seperti batuk yang berlangsung lama, demam, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, mudah lelah, maupun keluhan lain yang menetap perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan tenaga kesehatan.

“Semakin cepat TB ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar,” katanya.

Kegiatan ACF di Kelurahan Mlokomanis Kulon sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan TB membutuhkan keterlibatan bersama.

Masyarakat, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait memiliki peran dalam menemukan kasus sedini mungkin dan memastikan pengobatan dapat dilakukan secara tepat.

Puskesmas Ngadirojo akan terus memperkuat kegiatan promotif, preventif, skrining, serta penemuan kasus TB di wilayah kerja sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat. (HS-08)

 

 

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Wonogiri Gelar Supervisi Pendampingan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tirtomoyo II

Wagub Jateng Pastikan Penataan Venue MTQ Nasional 2026 Dikebut, Target H-1 Siap 100 Persen