HALO BANJARNEGARA – Pembangunan masjid di kawasan hunian sementara (huntara) korban tanah longsor Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum resmi dimulai, belum lama ini.
Pembangunan rumah ibadah ini disambut gembira oleh umat Islam di kawasan itu, yang selama ini harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, untuk menjangkau masjid terdekat.
Salah satu warga mengungkapkan, akses menuju masjid yang dilalui terbilang cukup jauh, sekitar 1 kilometer jika menerobos jalur perkebunan atau 2 kilometer bila memilih jalur umum.
Ia mengungkapkan, jarak tersebut menjadi kendala, terlebih saat musim hujan serta banyak warga yang lanjut usia tidak bisa mengendarai sepeda motor.
“Pembangunan masjid ini sangat penting dan dinantikan warga. Nantinya, jarak ke masjid jadi tambah dekat dan semakin mudah untuk melaksanakan ibadah, seperti salat berjamaah,” ujarnya, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menjelaskan, anggaran pembangunan masjid ini bersumber dari bantuan Yudhoyono Foundation, senilai Rp1 miliar.
Awalnya, dana dari yayasan yang digagas Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, dialokasikan untuk pembangunan unit huntara.
Namun, karena seluruh bangunan huntara pada akhirnya telah disediakan secara gratis oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dana bantuan dialihkan untuk pembangunan fasilitas umum berupa tempat ibadah.
“Atas restu Pak SBY, dana yang awalnya disiapkan untuk pembuatan huntara dialihkan untuk pembangunan sarana ibadah berupa masjid yang maksimal akan selesai dalam waktu 6 bulan,” kata dia, saat peletakan batu pertama pembangunan masjid.
Bupati juga mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) turut mendukung dengan menyediakan sarana Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang multifungsi yang bisa digunakan untuk kegiatan warga.
Bupati Amalia pun berharap, keberadaan masjid dan fasilitas huntara ini membuat warga merasa lebih aman dan nyaman dibandingkan saat berada di pengungsian.
“Seluruh niat baik dan upaya pemulihan pascabencana ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga warga bisa menempati hunian tetap nantinya,” ujarnya. (HS-08)


