HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengajak seluruh warganya, bersama-sama menyisihkan sebagian rezeki, untuk membantu para korban bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan hanya melalui perayaan, melainkan juga hadir dalam bentuk kepedulian, gotong royong, dan kesediaan untuk membantu sesama.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dalam Karanganyar Eco Culture Night Carnival 2026, baru-baru ini.
Rober Christanto, seperti dirilis karanganyarkab.go.id mengatakan, masyarakat harus tetap mengingat, bahwa kebersamaan memiliki makna yang lebih luas, termasuk hadir bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Melalui gerakan Karanganyar Peduli NTT, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap partisipasi masyarakat dapat terus tumbuh sehingga bantuan yang terkumpul nantinya dapat memberikan manfaat dan meringankan beban warga terdampak bencana.
Karanganyar Eco Culture Night Carnival 2026 pun menjadi lebih dari sekadar pertunjukan malam.
Budaya menjadi ruang ekspresi, kreativitas menjadi kekuatan ekonomi, ruang publik menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, dan kemeriahan kemerdekaan menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian.
Dari Karanganyar, semangat kemerdekaan terus dirawat melalui kreativitas, kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu Karanganyar Eco Culture Night Carnival 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Karanganyar di sepanjang Jalan Lawu, baru-baru ini, mendapat sambutan hangat dari ribuan warga masyarakat, yang memadati pusat kota.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Karanganyar Night Carnival tahun ini mengusung tema “Karanganyar Eco Culture Night Carnival”.
Tema tersebut memadukan kreativitas, seni budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat kebersamaan dalam sebuah pertunjukan yang dikemas atraktif dan melibatkan masyarakat.
Rangkaian karnaval dimulai dari kawasan Alun-alun Karanganyar. Para peserta kemudian menyusuri Jalan Lawu dengan menampilkan beragam atraksi dan kostum kreatif hingga mencapai panggung penghormatan di depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton di sepanjang rute. Warga tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi turut menciptakan suasana meriah yang menjadikan pusat Kota Karanganyar sebagai ruang publik untuk berekspresi, menikmati seni budaya, sekaligus merayakan kemerdekaan bersama. (HS-08)


