in

Pastikan Kota Solo Aman, Tim Sparta Polresta Surakarta Gelar Patroli Malam

Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta melaksanakan patroli malam di wilayah rawan gangguan keamanan. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta, kembali mengintensifkan patroli malam di sejumlah lokasi rawan gangguan kamtibmas, guna memastikan situasi Kota Solo tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Edi Sukamto mengatakan patroli menyasar kawasan permukiman, pusat keramaian, objek vital, jalur protokol, hingga lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya para remaja pada malam hingga dini hari.

Selain memantau situasi, personel Tim Sparta juga memberikan imbauan kepada masyarakat, agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas.

Dia juga mengatakan patroli rutin yang dilaksanakan Tim Sparta merupakan upaya preventif Polri untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hari.

“Patroli Tim Sparta kami laksanakan secara rutin sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, aksi balap liar, tawuran, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga situasi Kota Solo tetap kondusif,” ujar Kompol Edi Sukamto, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitar serta tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan kepolisian.

Melalui patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, Polresta Surakarta berkomitmen memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kota Surakarta. (HS-08)

 

 

Cegah Karhutla, Pemkab Purworejo Dorong Perkuat Pemantauan

668 Meninggal ketika Gelombang Raksasa Terjang Pangandaran 17 Juli 2006, Kini Peringatan Dini Tsunami Bisa Tersiar Kurang dari Tiga Menit