HALO BOYOLALI – Bupati Boyolali Agus Irawan mengungkapkan kegiatan Festival Campursari Laras Rasa Boyolali, di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Sabtu dan Minggu (11-12/7/2026), dapat menjadi media agar kesenian campursari dapat lebih diminati oleh generasi muda.
Hal itu diungkapkan Bupati Boyolali Agus Irawan, ketika membuka acara yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali tersebut.
“Kami berharap ke depan acara seperti ini dari tahun ke tahun akan terus kita selenggarakan, sehingga nanti anak-anak muda lebih mengenal lagi, lebih bisa menggali potensi besar ini, sehingga Kabupaten Boyolali bisa menjaga seni budaya,” kata Bupati Agus, seperti dirilis boyolali.go.id.
Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro mengatakan acara tersebut digelar dalam rangka melestarikan seni budaya tradisional campursari, memperkenalkan kuliner tradisional kepada generasi muda, dan memberdayakan UMKM, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Adapun ini juga disemarakkan dengan spot foto tematik, pasar jajanan jadul, dolanan tradisional, dan busana tempo dulu.
“Maksud kegiatan adalah menyelenggarakan festival budaya yang mengangkat potensi seni, kuliner dan ekonomi kreatif Kabupaten Boyolali,” kata pria, yang akrab disapa Kuncoro ini.
Festival Campursari Laras Rasa dibuka dengan pemukulan gong oleh Bupati Agus yang didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali.
Usai membuka secara resmi acara tersebut, Bupati Agus berkeliling meninjau stan-stan UMKM yang ada di sekitar panggung.
Ribuan warga penggemar campursari pun memadati Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali. 12 grup campursari bergantian menghibur masyarakat, selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu (11-12/7/2026) mulai sore hingga selesai.
Tak hanya itu, Laras Rasa Boyolali ini dimeriahkan oleh puluhan stan UMKM. Pengunjung bisa memanjakan lidah atau sekedar bernostalgia dengan kuliner tradisional atau jajanan jaman dulu (jadul) yang saat ini sudah mulai langka keberadaannya.
Ada pula beragam pernak-pernik tradisional yang bisa dipilih untuk menambah koleksi pribadi. (HS-08)


