HALO BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman mengungkapkan kegiatan seperti Tradisi Buka Kelambu Makam Sunan Pojok, dapat membawa keberkahan bagi masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, melalui kegiatan usaha masyarakat yang turut meramaikan.
Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman saat menghadiri Tradisi Buka Kelambu Makam Sunan Pojok, yang menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Haul Sunan Pojok 1448 Hijriah/2026 Masehi, baru-baru ini.
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Makam Sunan Pojok tersebut, dihadiri para ulama, habaib, pengasuh pondok pesantren, santri, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai daerah.
“Semoga acara ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh jamaah yang mengikuti Haul Sunan Pojok. Begitu juga bagi para pelaku UMKM Blora yang berjualan, semoga diberikan kelancaran rezeki, laris, dan penuh berkah,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Bupati Arief Rohman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ulama, pengurus Yayasan Sunan Pojok, panitia, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan haul tahun ini.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora mengucapkan apresiasi kepada para kiai, pengurus Yayasan Sunan Pojok, serta seluruh jamaah yang hadir malam ini untuk mengikuti rangkaian Haul Sunan Pojok, Khotmil Qur’an bin Nadzri, dan Tradisi Buka Kelambu,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gus Hanafi, Pengasuh Pondok Pesantren Istiqomah Cepogo, Boyolali, sekaligus pengurus Makam Mbah Nyai Blora, beserta rombongan yang turut hadir mengikuti rangkaian haul.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gus Hanafi beserta rombongan yang sejak siang telah tiba di Blora dan mengikuti rangkaian Haul Sunan Pojok. Selamat datang di Kabupaten Blora,” tuturnya.
Sementara itu rangkaian acara diawali dengan Khotmil Al-Qur’an bin Nadzri yang dipimpin KH Afifuddin dan KH Muhtadi Nur.
Pembacaan Al-Qur’an, dimulai dari Surah Al-Fatihah hingga Surah An-Nas, dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan sebagai ikhtiar memohon keberkahan, rahmat, dan ridha Allah Swt, agar seluruh rangkaian Haul Sunan Pojok berjalan lancar serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Setelah khataman Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan doa khatmil Qur’an yang dipimpin para ulama, kemudian diteruskan dengan prosesi Tradisi Buka Kelambu Makam Sunan Pojok, sebagai tradisi yang telah diwariskan secara turun menurun dan menjadi bagian dari kekayaan budaya religius masyarakat Kabupaten Blora.
Untuk diketahui, Sunan Pojok yang memiliki nama Syekh Abdurrochim atau Pangeran Surobahu dikenal sebagai panglima perang Kesultanan Mataram sekaligus ulama yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah Blora dan sekitarnya.
Dalam sejarah lokal, dia juga dikenal sebagai tokoh yang berjasa membuka kawasan yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal Kabupaten Blora.
Selain menjalankan tugas pemerintahan dan militer, Sunan Pojok aktif berdakwah dengan mengedepankan nilai-nilai kebijaksanaan, keteladanan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Jejak perjuangannya tidak hanya menjadi bagian penting dalam perkembangan Islam di Blora, tetapi juga dalam sejarah lahirnya Kabupaten Blora.
Menurut tradisi masyarakat, Sunan Pojok wafat saat perjalanan kembali menuju Mataram setelah berhasil meredam kerusuhan di wilayah pesisir utara Jawa.
Ketika singgah di kawasan Pojok, Blora, dia jatuh sakit dan kemudian wafat. Makamnya kini menjadi salah satu destinasi wisata religi sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Peringatan Haul Sunan Pojok tahun ini telah dimulai sejak Kamis (9/7/2026) dengan penyelenggaraan bazar UMKM yang membentang di sepanjang sisi selatan Alun-alun Blora hingga kawasan Koplakan depan Makam Sunan Pojok.
Kehadiran ratusan pelaku UMKM menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggerakkan perekonomian lokal selama berlangsungnya haul.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (12/7/2026) pagi dengan Khotmil Al-Qur’an bin Hifdzi bersama KH. Muharror Ali.
Selanjutnya, pada malam harinya digelar Pengajian Umum dan Blora Bersholawat yang menghadirkan Habib Muh Syafi’i Alaydrus (Solo), Habib Umar Mutohar (Semarang), Gus Subhan Masyhuri (Banjarejo), serta diiringi Hadroh Rijalul Ansor Todanan.
Melalui penyelenggaraan Haul Sunan Pojok, Pemerintah Kabupaten Blora berharap nilai-nilai perjuangan, dakwah, serta keteladanan Sunan Pojok terus diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus memperkuat syiar Islam, ukhuwah, pelestarian tradisi religius, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (HS-08)


