in

MBG Berhenti Tiga Pekan dan Ayam Potong di Batang Turun Harga, Pedagang di Pasar Batang : Alhamdulillah Ada Peningkatan Pembeli

Pedagang sembako di Pasar Batang. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG –  Penurunan harga bahan makanan, seperti ayam dan telur, seiring dengan berhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama tiga pekan libur sekolah, mendapat sambutan positif pedagang.

Meski hanya terjadi saat libur sekolah, namun diakui sebagian pedagang, harga kebutuhan pokok mengalami penurunan, terutama ayam potong yang menjadi bahan utama olahan dalam MBG.

Salah satunya Yanti pedagang ayam potong yang mengaku penurunan harga ayam potong berdampak pada peningkatan kuantitas daya beli konsumen, akibat harga yang turun siginifikan dari semula Rp38 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

“Tiga minggu kemarin itu, ayam pada turun harganya, ya Alhamdulillah ada peningkatan pembeli. Kalau pas ada MBG itu sehari cuma laku 10 kilogram, tapi kemarin bisa 15 kilogram laku terjual,” kata dia, di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jumat (10/7/2026).

Meski demikian, menjelang dimulainya kegiatan pembelajaran di sekolah pekan depan, para pedagang sudah mulai resah, karena harga ayam potong kembali merangkak naik secara bertahap.

“Harganya dari hari Rabu itu sudah naik, Rp1.000,00, berarti sekarang sudah naik Rp3.000,00, akhirnya kembali lagi jualnya Rp38 ribu. Dan kemungkinan pas Senin jadi Rp39 ribu per kilogramnya,” kata dia, seperti dirilis laman resmi Pemkab Batang, batangkab.go.id..

Senada, dengan Tion pedagang telur ayam negeri yang juga menurunkan harga selama tiga pekan libur sekolah. Selama beberapa pekan telur ayam negeri dijual seharga Rp26 ribu per kilogram, dikarenakan faktor stok yang menumpuk.

“Sebelumnya dijual seharga Rp29 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Sementara ini harga masih normal Rp26 ribu, tapi sudah ada kabar dari distributor bakalan naik lagi jadi Rp29 ribu per kilogram,” ujar dia. (HS-08)

 

 

Pemkab Cilacap Inventarisasi Pusaka Daerah untuk Diusulkan sebagai Cagar Budaya

Demi Jaga Kualitas Proyek, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap