HALO KENDAL – Ada yang berbeda pada malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai “Satu Suro”, di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Senin malam (15/6/2026). Di mana warga menggelar tasyakuran di bawah ikon desa bertuliskan “Satria Surokonto Wetan”.
Ikon desa yang berdiri megah di titik strategis desa dengan dihiasi lampu neon sign tersebut, menambah tulisan menjadi semakin jelas terlihat saat malam hari.
Kepala Desa Surokonto Wetan, Bambang Rasyono mengatakan, tujuan pemasangan ikon “Satria Surokonto Wetan”, sebagai penanda identitas sekaligus semangat pembangunan desa, sehingga tidak hanya menjadi landmark baru, tetapi juga mengandung filosofi yang mendalam.
“Kata Satria sendiri merupakan singkatan Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah, dan Aman. Diharapkan menjadi cita-cita juga arah pembangunan Desa Surokonto Wetan ke depan,” ujarnya.
Bambang Rasyono menjelaskan, pemasangan ikon ini sengaja dilakukan pemerintah desa, bertepatan dengan momentum “Satu Suro” yang sarat akan nilai tradisi, spiritual, introspeksi, dan harapan baru bagi masyarakat.
“Melalui ikon “Satria Surokonto Wetan” ini, kami ingin mengajak seluruh warga Desa Surokonto Wetan, untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang nyaman, aman, tertata, dan sejahtera sesuai dengan cita-cita kepanjangan dari Satria,” jelasnya.
Bambang Rasyono mengungkapkan, keunikan lain dari ikon tersebut terlihat pada ornamen berbentuk keris pada huruf “T” yang menjadi bagian dari desain tulisan Surokonto Wetan.
“Ornamen berbentuk keris itu melambangkan sejarah dan warisan budaya Surokonto Wetan yang dikenal sebagai tempat asal pembuat keris legendaris, yakni Ki Ageng Joko Suro atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Gluput,” ungkapnya.
Sementara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Gerindra, Mifta Reza NP yang juga asli putra daerah Desa Surokonto Wetan mengapresiasi pemasangan ikon desa tersebut, yang dihiasi dengan simbol keris.
Menurutnya, dengan menghadirkan ornamen berbentuk keris diantara desain tulisan memiliki makna, bahwa masyarakat Desa Surokonto Wetan tidak melupakan sejarah dan tokoh penting di desa tersebut.
“Ki Ageng Joko Suro atau Mbah Gluput adalah tokoh diyakini memiliki peran penting dalam sejarah Desa Surokonto Wetan sekaligus menjadi simbol kearifan lokal yang hingga kini masih dihormati,” ujar Masta sapaan akrabnya.
Mifta Reza juga menyebut, selain mempercantik wajah desa, keberadaan ikon “Satria Surokonto Wetan”, diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Surokonto Wetan, sekaligus memperkuat identitas desa yang kaya akan nilai budaya, sejarah, dan semangat gotong royong.(HS)


