HALO BATANG – Wakil Bupati Batang, Suyono meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, terus memperkuat pengenalan seni tari tradisional kepada anak-anak sejak usia dini, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Suyono, saat menghadiri Pentas Tradisional Malam Jumat Kliwonan, di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Kamis (11/6/2026) malam.
Menurutnya, pengenalan seni dan budaya kepada generasi muda, menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang diwariskan para leluhur.
Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, aktivitas seni juga dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter anak.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan tari-tarian tradisional sejak dini. Selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga dapat melatih keberanian tampil di depan umum, mengasah kemandirian, membangun mental, serta meningkatkan kreativitas,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Ia menilai, perkembangan teknologi dan budaya modern saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kesenian tradisional.
Karena itu, dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, terutama sektor pendidikan, agar generasi muda tetap mengenal, memahami, dan mencintai budaya lokal.
Menurut diam sekolah memiliki peran penting memperkenalkan berbagai bentuk kesenian tradisional, melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pentas budaya yang melibatkan peserta didik secara langsung.
“Kalau budaya tidak dikenalkan sejak kecil, lama-kelamaan bisa hilang. Karena itu harus ada regenerasi dan ruang bagi anak-anak untuk belajar serta menampilkan kemampuan mereka,” terangnya.
Pentas Tradisional Malam Jumat Kliwonan yang diselenggarakan Disdikbud Batang tersebut, menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya daerah dengan melibatkan pelajar serta kelompok seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang.
“Kegiatan yang menjadi salah satu agenda pelestarian budaya daerah itu mendapat antusiasme masyarakat. Warga tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan,” tegasnya.
Suyono mengapresiasi konsistensi Disdikbud Batang dalam menyelenggarakan kegiatan budaya secara rutin sebagai media edukasi sekaligus hiburan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar semakin mengenal kekayaan budaya daerah yang dimiliki Kabupaten Batang.
“Harapannya kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini terus berlangsung sebagai bagian dari upaya merayakan tradisi dan menghidupkan kembali warisan budaya yang kita miliki,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas seni, hingga para pelaku budaya.
“Dengan semakin banyaknya ruang berekspresi bagi anak-anak dan generasi muda, Pemerintah Kabupaten Batang berharap kesenian tradisional dapat terus hidup, berkembang mengikuti perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat daerah,” kata dia.
Melalui kegiatan seperti Pentas Tradisional Malam Jumat Kliwonan, warisan budaya lokal diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi kebanggaan generasi penerus di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. (HS-08)


