in

Pasok 65 Persen Kebutuhan PGN SOR III, Lapangan JTB Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

Kegiatan saat kunjungan kerja di PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru pada Rabu (10/6/2026).

HALO BOJONEGORO – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan melalui kolaborasi erat antara sektor hulu dan hilir migas. Salah satunya ditunjukkan melalui kunjungan kerja PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Sales Operation Region III (PGN SOR III) ke PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi operasional sekaligus memperkuat sinergi rantai pasok energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah.

Sebagai dua entitas yang berada di bawah naungan Holding Migas PT Pertamina (Persero), PEPC dan PGN memiliki peran strategis dalam memastikan gas bumi dari lapangan produksi dapat tersalurkan secara andal hingga ke tangan pelanggan.

General Manager PGN SOR III, Hedi Hedianto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pasokan gas yang selama ini dijaga oleh PEPC Zona 12 melalui Lapangan Jambaran Tiung Biru.

Menurutnya, keberlangsungan suplai dari JTB menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan PGN memberikan layanan energi secara optimal kepada pelanggan di berbagai sektor.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini, sehingga kami dapat melayani konsumen dengan lancar,” ujar Hedi.

Saat ini, PGN SOR III melayani sekitar 209 ribu pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah operasional, mulai dari rumah tangga, sektor komersial, hingga industri.

Hedi mengungkapkan, pasokan gas dari PEPC Zona 12 menyumbang sekitar 65 persen dari total kebutuhan gas PGN SOR III. Angka tersebut menjadikan Lapangan Jambaran Tiung Biru sebagai pemasok gas terbesar bagi wilayah kerja PGN SOR III.

“JTB memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kontinuitas pasokan energi bagi pelanggan kami. Karena itu, sinergi yang kuat antara hulu dan hilir menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Senior Manager Production & Projects PEPC Zona 12, Yedi Rahmat Supriyadi, memaparkan proses produksi gas di Lapangan JTB mulai dari sumur produksi, fasilitas pemrosesan gas, hingga titik serah ke jaringan pipa transmisi yang selanjutnya didistribusikan kepada PGN.

Ia menegaskan, PEPC berkomitmen menjaga keandalan operasi dan kesinambungan produksi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri dapat terus terpenuhi.

“Kami akan terus menjaga keandalan produksi supaya kita semua dapat berkontribusi dalam menyukseskan program pemerintah di sektor energi,” ujar Yedi.

Menurutnya, ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada besarnya cadangan migas yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan seluruh rantai pasok untuk bekerja secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kerja sama yang telah terjalin antara PEPC Zona 12 dan PGN SOR III selama ini terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi volume pasokan maupun kualitas pelayanan.

Dalam aspek operasional, PEPC Zona 12 juga mencatatkan capaian membanggakan dengan membukukan lebih dari 71 juta jam kerja selamat (safe man-hours). Pencapaian tersebut mencerminkan tingginya standar keselamatan kerja serta keandalan operasional yang diterapkan di Lapangan Jambaran Tiung Biru.

Rekor tersebut semakin memperkuat posisi JTB sebagai salah satu lapangan gas strategis nasional yang dikelola secara profesional, aman, dan berkelanjutan.

Selain melakukan diskusi dan koordinasi operasional, rombongan PGN SOR III juga meninjau langsung Control Building JTB yang menjadi pusat pengendalian seluruh aktivitas produksi dan distribusi gas di lapangan tersebut.

Melalui kunjungan kerja ini, kedua perusahaan berharap koordinasi antara sektor hulu dan hilir migas semakin erat sehingga pasokan energi nasional dapat terus terjaga secara optimal.

Sinergi antara PEPC Zona 12 dan PGN SOR III menjadi bagian dari komitmen Pertamina Group dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, dan industri tetap terpenuhi secara berkelanjutan.(HS)

Lonjakan Biaya Bahan Baku, Pembatik Pekalongan Terus Jaga Kualitas dan Kreativitas

Pulihkan Sawah Terdampak Rob Clumprit, Pemerintah Tanam Perdana Padi Biosalin di Pesisir