HALO SRAGEN – Pentas Seni Beksan Tayub dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sragen ke-280, berlangsung meriah di Lapangan Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, baru-baru ini.
Acara tersebut dihadiri Bupati Sragen, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimcam, kepala OPD, kepala desa, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga Kecamatan Jenar yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menjelaskan peringatan Hari Jadi Sragen ke-280 berkaitan dengan sejarah perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda yang menjadi tonggak lahirnya pemerintahan di wilayah Sragen.
Pada kesempatan itu, dia juga memastikan pemerintah daerah terus melakukan perbaikan jalan secara bertahap, khususnya di Kecamatan Jenar yang disebut memperoleh alokasi pembangunan jalan terbesar pada anggaran perubahan tahun 2025.
“Jalan-jalan yang rusak dan berlubang akan diperbaiki sedikit demi sedikit,” kata Sigit, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Ia mengaku kerap melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada malam hari bersama staf untuk memastikan kondisi jalan kabupaten maupun jalan desa yang membutuhkan perbaikan segera.
Pemerintah daerah, juga telah menyiapkan program pinjaman bunga 0 persen bagi warga kurang mampu untuk mendukung usaha kecil dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Sragen turut memperkenalkan program Sekolah Rakyat gratis untuk jenjang SD hingga SMA yang akan dibuka di Kecamatan Mondokan.
Program tersebut ditujukan bagi keluarga kurang mampu dan menjadi salah satu dari enam program serupa di Jawa Tengah.
Pemkab Sragen juga melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni melalui koordinasi bersama pemerintah desa agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh bantuan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Camat Jenar Yulius David Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen yang menghadirkan hiburan seni tayub bagi masyarakat.
Ia menyebut Kecamatan Jenar memiliki identitas budaya “Jenar Tayub” yang dimaknai sebagai simbol penataan dan kebersamaan masyarakat.
“Seni ini perlu ditata agar masyarakat semakin guyub,” ujarnya di hadapan warga.
Selain memperkenalkan budaya lokal, Yulius juga menyinggung perkembangan infrastruktur di wilayahnya.
Menurutnya, penerangan jalan di kawasan Jenar sudah cukup memadai, namun pembangunan trotoar masih menjadi kebutuhan masyarakat.
Ia berharap jalur penghubung baru yang telah dibangun nantinya mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan keramaian kawasan tersebut. (HS-08)

