in

Luncurkan Sekolah Kartini Berdaya, HMI Jepara Angkat Isu Kekerasan dan Literasi Digital

Acara peluncuran Sekolah Kartini Berdaya oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jepara, di Gedung Shima, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Minggu (24/5/2026). (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jepara meluncurkan Sekolah Kartini Berdaya di Gedung Shima, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Minggu (24/5/2026).

Program bertema “Perempuan Berdaya, Perempuan Bermartabat” itu difokuskan pada penguatan literasi, perlindungan sosial, hingga keterampilan perempuan muda.

Ketua Panitia Sekolah Kartini Berdaya, Asro Nurul Hilal, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.

Mulai dari kekerasan seksual, perundungan, hingga eksploitasi perempuan di media sosial maupun kehidupan sehari-hari.

“Kekerasan seksual, bullying, maupun hal-hal lain yang menjatuhkan martabat perempuan menjadi perhatian kami,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.

Plt Kabag Kesra Setda Jepara, Saptwagus Karnanejeng Rahmadi, mengatakan tantangan perempuan saat ini berkembang, seiring perubahan sosial dan kemajuan teknologi digital.

Menurut dia, perempuan muda perlu memiliki literasi digital, ketahanan mental, dan pemahaman hukum.

“Perempuan muda harus memahami mana yang disebut perlindungan, mana yang disebut pelecehan, dan bagaimana hukum melindungi martabat perempuan,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab Jepara terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sejumlah program.

Pada 2025, program Kartu Sarjana Jepara disebut telah menjangkau 2.398 mahasiswa dan siswa kurang mampu maupun berprestasi.

Pemerintah daerah juga mencatat 32.898 peluang kerja dibuka melalui program Jepara Karya.

Ketua Umum HMI Cabang Jepara, Ayu Widiyawati, mengatakan Sekolah Kartini Berdaya telah memasuki pelaksanaan tahun kedua.

Materi pelatihan mencakup perlindungan sosial, kesehatan perempuan, kecerdasan buatan, digital marketing, dan konten kreator.

“Ketika perempuan memahami haknya dan mandiri secara ekonomi, perempuan tidak akan rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi,” kata dia. (HS-08)

 

 

Program Dokter Speling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Ritel Modern Apresiasi Layanan Perizinan Jepara