in

50 Truk Berat Diputar Balik Tiap Hari, Pemkot Semarang Perketat Pengawasan di Tanjakan Silayur

Suasana lalu lintas di sekitar Jrakah, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus memperketat pengawasan di koridor Jalan Prof Hamka sebagai langkah serius memutus rantai kecelakaan di kawasan rawan Tanjakan Silayur. Melalui pemasangan portal pembatas ketinggian dan penjagaan intensif di sejumlah titik, puluhan kendaraan berat kini dicegah melintas setiap harinya demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Dody Febrianto, mengatakan pembatasan operasional kendaraan bertonase di atas 8 ton diberlakukan mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Selama jam tersebut, kendaraan berat diarahkan putar balik atau menunggu hingga waktu pembatasan berakhir.

“Rata-rata dalam sehari dari arah BSB melalui portal Wates Kedungpane maupun portal Jrakah, ada sekitar 50 kendaraan berat yang kami putarbalikkan. Mayoritas berasal dari Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Pengawasan dilakukan di dua titik utama, yakni portal pembatas ketinggian 3,4 meter di kawasan Kedungpane dan Simpang Jrakah. Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh usai sejumlah kecelakaan yang beberapa kali terjadi di kawasan Tanjakan Silayur.

Menurut Dody, sebagian besar sopir truk mengaku belum mengetahui adanya pembatasan operasional maupun pemasangan portal di jalur tersebut. Karena itu, selain pengawasan di lapangan, Dishub juga memperkuat sosialisasi kepada perusahaan angkutan dan pengemudi logistik agar memahami aturan sebelum memasuki wilayah Kota Semarang.

“Banyak pengemudi yang baru tahu setelah sampai di lokasi. Maka sosialisasi terus kami lakukan supaya kendaraan berat tidak lagi masuk ke jalur ini,” katanya.

Tidak hanya truk besar, bus berukuran besar yang hendak melintas menuju Jalan Prof Hamka juga diarahkan menggunakan jalur alternatif atau menunggu hingga pembatasan selesai.

Sementara itu, portal di Simpang Jrakah yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan kini telah diperbaiki agar pengendalian kendaraan berat dapat berjalan lebih maksimal.

Dishub Kota Semarang juga mengantisipasi perpindahan arus kendaraan berat ke jalur alternatif Gunungpati menuju Boja. Petugas patroli diterjunkan secara rutin karena kondisi jalan di kawasan tersebut dinilai sempit, menanjak, dan cukup berisiko dilalui kendaraan bertonase besar.

“Kami patroli untuk memberikan imbauan agar kendaraan berat tidak melintas ke jalur Gunungpati karena kondisi jalannya cukup rawan,” jelas Dody.

Pemkot Semarang menegaskan pengamanan di koridor Jalan Prof Hamka bukan sekadar langkah sementara, melainkan bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Kawasan Tanjakan Silayur sendiri selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan kendaraan berat di Kota Semarang, terutama akibat kontur jalan menurun dan padatnya arus kendaraan dari arah barat menuju pusat kota. Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah berharap potensi kecelakaan fatal di jalur tersebut dapat ditekan.(HS)

Ratusan Kapal Iringi Larung Sesaji di Tambaklorok, Laut dan Doa Menyatu di Pesisir Semarang