HALO SPORT – Prestasi cabang olahraga pencak silat diharapkan bisa melenting lebih jauh. Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah, di Semarang, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, silat yang masuk cabang prioritas KONI, memiliki modal besar. Di mana organisasinya solid, regenerasi berjalan, pesilatnya berjaya di berbagai even Popnas, Pomnas, kejurnas, PON, SEA Games hingga kejuaraan dunia.
“Rapat Kerja Provinsi yang digelar Pengprov IPSI Jateng Tahun 2026 bukan hanya dijadikan rutinitas evaluasi pencapaian organisasi dalam setahun, tapi dimaknai sebagai momentum melakukan titik lenting secara keseluruhan, baik itu peningkatan prestasi atlet, dan naiknya kualitas sumber daya manusia pelatih, wasit, serta penyelenggaraan Porprov 2026,” ujar Sujarwanto.
Rakerprov IPSI Jateng diikuti 70 peserta dari 35 Pengkab/Pengkot IPSI, dan 20 peserta perwakilan 10 perguruan.
”Pencak silat telah membuktikan prestasinya di berbagai event nasional seperti PON 2024 dengan tiga emas, satu perak, empat perunggu, dan di ajang PON Bela Diri 2025 sebagai juara umum dengan enam emas dan dua perunggu. Kalau hanya mempertahankan prestasi, itu hal biasa,” tandas Sujarwanto.
“Maka ke depan saya ingin cabang ini bisa melenting jauh pencapaiannya dalam PON 2028 nanti. Misalnya dari yang tadinya 3 menjadi 6 emas. Melihat peserta Rakerprov yang punya tekad kuat, saya optimistis IPSI bisa mewujudkan itu,” harapnya.
Selain Sujarwanto, hadir dalam kesempatan itu, antara lain perwakilan Dispora Jateng Angga, Sekum KONI Jateng Budi Santoso, Kabid Organisasi FX Joko Priyono serta Ketua Umum Pengprov IPSI Harry Nuryanto Soediro bersama jajaran pengurus.
Di depan forum, Sujarwanto juga berharap, tagline KONI Jateng yaitu BISSA (Berprestasi, Integritas, Superteam, Sinergi, dan Akuntabel) bisa memberikan spirit pada Pengprov IPSI dalam menjalankankan roda organisasi.
”Sinergitas dan gotong royong harus menjadi napas bersama. Jadilan Rakerprov sebagai sarana evaluasi, dan menyiapkan jalan untuk mencetak atlet kelas dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov IPSI Jateng, Harry Nuryanto Soediro menegaskan dengan mengangkat tema ”Organisasi yang Solid dan Sukses Prestasi”, Rakerprov diharapkan jadi ruang sharing bersama merumuskan bagaimana menggodok pembinaan berkelanjutan, pelatihan yang disiplin, membangun sinegi antara atlet, pelatih, pengurus guna menuju sukses PON 2028 NTT-NTB.
“Saya bersyukur, pencak silat dimasukkan cabang prioritas oleh KONI. Kepercayaan ini tentunya akan memacu para pendekar Jateng agar bisa mendulang emas lebih banyak lagi di PON 2028,” tandasnya.
Nuryanto lalu menggambarkan tren positif prestasi pencak silat yang gemilang. Pada ajang mahasiswa Pomnas 2025, silat Jateng berhasil menorehkan sejarah sebagai juara umum dengan memborong 8 emas, 3 perak, 7 perunggu.
Di tahun yang sama, Jateng juara umum PON Bela Diri dengan 6 emas dan 2 perunggu, dan Popnas dengan 4 emas, 2 perak, 2 perunggu serta juara umum Kejurnas Junior PB IPSI.
”Pada Rakerprov ini, saya berharap peserta IPSI kabupaten maupun kota dan perguruan bisa memberikan masukan agar kita bisa terus menghasilkan atlet nasional dan internasional. Kita juga punya PR untuk sukses di Porprov dan PON, dan peningkatan kualitas pelatih dan wasit atau juri, dan menjaga persatuan,” harap Nuryanto.
“Perbedaan perguruan jangan dijadikan sekat, tapi merupakan kekuatan besar dalam rumah bersama yaitu IPSI. Dari Jateng, kita ingin ada kejayaan di Porprov, PON dan membawa pencak silat menuju Olimpiade,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov Kuncoro DW menjelaskan, tujuan Rakerprov selain sebagai ajang silaturahmi insan silat Jateng, penyusunan program, juga sosialisasi peraturan pertandingan hasil Munas IPSI 9-11 April 2026 lalu di Jakarta.(HS)

