HALO KENDAL – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar permasalahan sampah menjadi prioritas nasional. Menindaklanjuti hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca Meritania setuju pengelolaan sampah menjadi priotas, di mana merubah sampah menjadi barang dan energi terbarukan.
Politisi Partai Gerindra tersebut juga menekankan pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk permasalahan sampah di Kendal.
“Ya kami terus berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), terkait permasalahan sampah di Kabupaten Kendal sampai dengan pengelolaannya,” ujar Sisca, Rabu (29/4/2026).
Sisca mengakui, terkait sampah di Kendal juga sudah darurat dan menjadi sorotan. Mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat provinsi.
“Ya soal sampah kan kita juga sudah diberi teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait TPA. Kemudian langkah dari Pemerintah Provinsi, dengan menggandeng Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal beberapa waktu lalu untuk bersama-sama mengelola sampah menjadi energi. Itu yang akan kita kawal terus,” ungkapnya.
Sisca tidak menampik, permasalahan sampah di Kendal begitu pelik, dan itu bermuara pada anggaran. Dimulai dari alat operasionalnya yang kurang maksimal, hingga pengelolaannya.
“Ya seharusnya seperti truk-truk sampah yang berjumlah 13 armada itu sudah diganti dengan yang baru, karena sudah tidak laik. Apalagi bak atau tempat sampah sudah berkarat dan berlubang. Dan itu sudah kami sampaikan kepada pihak DLH,” jelasnya.
Sementara terkait pemanfaatan limbah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis dan energi terbarukan, pihaknya berupaya mencari solusi.
“Ya kan kemarin sudah ada kerjasama antara pemprov dengan Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal terkait pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan pasokan bahan baku. Nah itu jadi salah satu solusinya,” tandas Sisca.
Dirinya berharap kepada masyarakat untuk ikut aktif dalam menanggulangi masalah sampah di Kendal.
“Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama. Selain sudah darurat, juga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuh Sisca.
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Kendal, Aris Irwanto saat dikonfirmasi juga mengakui, terkait permasalahan dan pengelolaan sampah di Kendal terkendala anggaran.
“Terkait anggaran, saat ini kami agak kerepotan karena ada kenaikan harga BBM, sehingga anggaran hanya cukup untuk bulan Juli. Untuk Agustus sampai Desember, diusulkan perubahan,” ujarnya.
Terkait pengelolaan sampai di hilir di TPA, Aris menyebut akan memaksimalkan komunikasi dengan kecamatan, desa dan kelurahan, untuk pengaktifan desa/kelurahan sebagai biopori jumbo dan jogangan atau luwangan untuk menimbun sampah organik menjadi kimpos.
“Jadi harapannya sampah daun dan organik lainnya tidak lagi dibuang di TPA. Untuk sampah nonorganik seperti plastik yang non ekonmis harapanya diolah menjadi petasol dengan mesin pirolesis produk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang in syaa Allah pirolesis diadakan tahun 2026 perubahan,” bebernya. (HS-06)

