in

Peternakan Milenial di Purworejo Jadi Sorotan, Gubernur Jateng Dorong Replikasi Model Modern

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau peternakan sapi modern Berkah Setia Farm di Kabupaten Purworejo, Sabtu (25/4/2026).

HALO PURWOREJO — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau peternakan sapi modern Berkah Setia Farm di Kabupaten Purworejo, Sabtu (25/4/2026). Kunjungan ini menyoroti potensi besar peternakan berbasis teknologi yang dikelola generasi muda dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Berkah Setia Farm dikelola oleh Setyo Hermawan sejak 2016. Berawal dari hanya dua ekor sapi, usaha tersebut kini berkembang pesat menjadi peternakan dengan ratusan sapi, berkat penerapan manajemen modern dan inovatif.

“Awalnya hanya dua ekor. Kami mengembangkan dengan metode modern, termasuk komposisi pakan yang kami racik sendiri,” ujar Setyo di lokasi.

Peternakan ini mengusung konsep berkelanjutan dengan kandang bersih, sistem penggemukan terukur, serta peningkatan kualitas genetik ternak. Selain itu, pakan yang digunakan berasal dari limbah pertanian lokal, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Hasilnya, Berkah Setia Farm mampu menghasilkan sapi berukuran besar dengan kualitas premium. Segmentasi pasar yang dibidik pun cukup spesifik, yakni untuk kebutuhan kontes dan hewan kurban kelas atas.

“Fokus kami pada penggemukan sapi lokal jenis Peranakan Ongole (PO), dengan target pasar premium,” jelas Setyo.

Dalam hal pemasaran, Setyo memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas, sekaligus membangun brand peternakan modern berbasis anak muda.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi capaian tersebut dan menyebut Berkah Setia Farm sebagai contoh sukses peternakan berbasis inovasi.

“Dari dua ekor hingga ratusan sapi, ini bukti bahwa beternak bisa menjadi usaha yang menjanjikan. Ini inspirasi bagi generasi muda untuk berani berinovasi dan bekerja keras,” kata Muzani.

Ia juga menyoroti penggunaan bibit sapi unggulan jenis PO Kebumen atau dikenal sebagai Majapahitan, yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pengembangan yang baik.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pengembangan peternakan modern menjadi bagian penting dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Roadmap kita tahun ini adalah swasembada pangan. Produktivitas pertanian dan peternakan harus terus didorong agar mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri hingga nasional,” ujarnya.

Menurutnya, model peternakan seperti Berkah Setia Farm layak direplikasi di berbagai daerah karena terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan proyek peternakan skala besar atau Mega Farm di Kabupaten Brebes. Proyek ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ternak modern yang mampu menopang kebutuhan daging nasional.

“Peternakan modern dengan manajemen yang baik harus diperbanyak. Ini menjadi kunci menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung ternak nasional,” tegas Luthfi.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran penting generasi milenial dalam transformasi sektor pertanian dan peternakan, dari yang konvensional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.(HS)

Sirnas Padel Open 2026 Seri II Semarang Resmi Dibuka, Ajang Pembinaan Menuju Asian Games

KONI Kendal Gelar Tes Fisik, Ratusan Atlet Siap Hadapi Porprov Jateng XVII/2026