HALO KENDAL – Kirab Merti Desa dan Buka Luwur Nyi Dapu atau Nyai Pandansari beberapa waktu lalu di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal berlangsung meriah. Meski hujan mengiringi tradisi sakral tersebut.
Kirab Merti Desa dan Buka Luwur Nyi Dapu merupakan tradisi rutin yang diselenggarakan Pemerintah Desa Boja pada hari ke-6 atau ke-7 Syawal.
Tradisi ini diawali dengan arak-arakan, dimana sosok Nyi Dapu yang diperankan warga setempat dengan anggun menaiki kuda diikuti gunungan hasil bumi dan para peserta pawai berkeliling Desa Boja.
Kirab berakhir di makam kemudian dilanjutkan dengan rebutan gunungan dan prosesi sakral penggantian kain luwur atau penutup makam Nyai Pandansari.
Kepala Desa Boja, Rofik Anwar menjelaskan, merti desa dan penggantian luwur ini menjadi tradisi tahunan sebagai bentuk melestarikan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal yang ada di desanya.
“Ini adalah tradisi warisan leluhur yang turin temurun yang kita lakukan setahun sekali. Merti desa ini adalah wujud syukur terima kasih kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rejeki yang kita terima sepanjang tahun,” jelasnya.
Rofik mengungkapkan, Nyi Pandansari merupakan sosok wanita yang dipercaya sebagai tokoh penyebar Islam, dan adik dari Ki Ageng Pandanaran yang sangat berjasa bagi Desa Boja.
“Beliau gigih di bidang pertanian. Dan salah satu irigasi yang ada di Boja itu adalah berkat andil dari beliau,” ungkapnya.
Rofik menambahkan, penggantian penutup makam atau luwur itu dilaksanakan setiap satu tahun sekali, sebagai bentuk penghormatan kepada Nyai Pandansari.
“Jadi setiap tahun sekali kita ganti luwur Nyai Pandansari di acara merti Desa Boja ini,” imbuhnya.
Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi kegiatan merti desa dan penggantian luwur Nyai Pandansari. Menurutnya, sosok Nyai Pandansari patut dihormati, karena telah memberikan kontribusi dan berjasa di Boja.
“Kegiatan merti desa ini juga sebagai wujud peran aktif warga untuk untuk mengangkat budaya tradisi lokal Kabupaten Kendal ditengah gempuran budaya asing,” ujarnya.
Bupati juga menyebut, kegiatan sebagai kalender agenda budaya tahunan Kendal yang signifikan, untuk meningkatkan ekonomi lokal.
“Kegiatan ini juga untuk mengangkat para pelaku UMKM setempat, dan wujud silaturahmi antar warga. Semoga kegiatan ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang,” harapnya.(HS)


