in

Korlantas Tegaskan Hari Ini Terakhir Truk Sumbu Dilarang Beroperasi

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, kembali mengingatkan para pengusaha, bahwa aturan larangan operasional kendaraan sumbu tiga, masih berlaku sampai hari ini, Minggu (29/3/26).

Larangan itu sebagaimana telah diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) bahwa kendaraan berat dengan sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret 2026 selama arus mudik lebaran.

“Atas perintah Pak Kapolri kami mengimbau agar supaya pengusaha logistik sumbu tiga agar tidak jalan dulu,” kata Irjen Pol Agus, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Menurut Kakorlantas, hari ini prioritas kendaraan masih fokus untuk masyarakat yang hendak kembali usai menjalani mudik lebaran.

Dia memprediksi, hari ini merupakan puncak arus balik lebaran gelombang kedua sejak kemarin (28/3/26).

“Karena kita harus memprioritaskan rekan-rekan kita yang sedang berlibur dan kembali mudik supaya di jalan aman, lancar dan tentunya sesuai dengan tagline Bapak Kapolri,” ungkapnya.

Dengan masih dilarangnya operasional kendaraan sumbu tiga hari ini, ujarnya, diharapkan bisa mendukung kelancaran arus balik. Sebab, sejak Jumat (27/3/26), masih tersisa sekitar 36 persen pemudik yang belum kembali.

Turun

Untuk diketahui, selama berlangsung operasi Ketupat 2026 hingga Sabtu (28/3/20216), telah terjadi ratusan kasus kecelakaan, hingga mengakibatkan korban meninggal.

Walaupun demikian, menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tingkat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 menurun hingga 7,8 persen dibanding tahun 2025.

Ia mengatakan penurunan ini terjadi di tengah peningkatan jumlah pemudik sebesar 20,49 persen atau mencapai 2,9 juta masyarakat dari tahun 2025.

“Tentunya saya juga berterima kasih kepada masyarakat dan juga seluruh anggota yang tahun ini bisa menjaga agar angka kecelakaan, khususnya terkait dengan fatalitas, ini bisa kita kurangi,” kata Kapolri setelah memantau arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (28/3/2026).

Secara khusus, Sigit mengatakan jumlah kasus kecelakaan yang berujung korban jiwa juga menurun sebanyak 112 kasus dengan total sebanyak 265 korban jiwa.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat memastikan kondisi fisik dan kendaraan selama arus balik kedua.

Ia mengingatkan agar masyarakat yang sudah lelah akibat perjalanan jauh untuk tidak memaksakan diri dan dapat beristirahat di tempat yang disediakan.

“Utamanya yang masih menempuh perjalanan cukup jauh, agar betul-betul hati-hati. Rest area, buffer zone, sudah disiapkan oleh pemerintah, manfaatkan dengan baik,” tuturnya.

“Sehingga pada saat kondisi kembali pulih, kembali fit, silakan melanjutkan perjalanan sehingga semuanya betul-betul bisa sampai tujuan dengan selamat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan hingga pagi tadi, jumlah kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta mencapai 2,5 juta kendaraan.

Sehingga jumlah pemudik yang masih belum kembali tinggal tersisa 13 persen atau 385 ribu kendaraan.

“Artinya secara umum kita melihat bahwa puncak arus balik sudah kita lewati dan tinggal 13,07 persen agi yang harus kita hadapi. Mudah-mudahan ini semua bisa terus kita jaga dan kelola sehingga masyarakat yang mudik dan balik bisa menikmati perjalanan dan sampai di rumah dengan selamat,” kata Sigit. (HS-08)

 

 

Meriah, Ribuan Warga Ikuti Parade Sewu Kupat di Kudus

FISIP Undip Tembus Peringkat Dunia, Naik Signifikan di QS WUR 2026