in

Lubang Jalan di Batang Mulai Ditambal, Target Rampung sebelum Arus Mudik Lebaran

Jalan rusak di Kabupaten Batang. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG –  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kabupaten Batang, mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan yang selama ini berlubang.

Upaya ini dilakukan demi menjamin pengguna jalan, terutama di masa mudik dan balik Lebaran 2026.

Kepala DPUPR Batang Endro Suryono mengungkapkan perbaikan jalan tersebut, pihaknya telah mempersiapkan peralatan.

Material berupa aspal pun telah disiapkan di gudang. Demikian juga dengan para pekerja dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), juga telah siap melaksanakan perbaikan.

“Ini sudah kami persiapkan semua. Aspal alhamdulillah sudah datang dan UPTD akan mulai melakukan penambalan, khususnya di jalan kabupaten. Sampai Lebaran ini sudah mulai running,” katanya, Senin (2/2/2026), seperti dirilis batangkab.go.id.

Lebih lanjut dia mengatakan, fokus kegiatan DPUPR Batang adalah pada jalan-jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Batang.

Adapun untuk jalan Provinsi dan nasional, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat, agar mereka segera turun tangan.

“Kami tidak diam. Untuk jalan provinsi, minggu kemarin saja sudah kami surati dua kali. Jalan nasional juga terus kami koordinasikan. Tapi untuk jalan kabupaten, kami sudah siap gerak cepat,” jelasnya.

Endro tak menampik bahwa tantangan di lapangan cukup berat. Hujan yang turun nyaris tanpa henti serta banyaknya kendaraan overload (muatan berlebih) menjadi “musuh utama” yang membuat aspal cepat mengelupas.

“Kalau ditanya jumlah titik, itu banyak sekali. Tapi kami inventarisir mana yang paling parah untuk ditangani lebih dulu. Kondisi sekarang hujan terus, kendaraan juga banyak yang overload,” terangnya.

Dia menargetkan, seluruh lokasi rawan sudah harus tertangani, maksimal pada H-10 Lebaran.

Walau metode penambalan (patching) ini bersifat sementara, DPUPR menekankan bahwa keselamatan nyawa pengendara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Kita fokus keamanan dulu. Kalau soal kenyamanan, patching memang belum maksimal, tapi yang penting aman dulu bagi pengguna jalan,” tegasnya.

Disinggung soal anggaran, Endro mengakui ruang geraknya cukup terbatas. Tahun ini, DPUPR mengucurkan sekitar Rp1 miliar untuk pengadaan aspal.

Selain itu, setiap kecamatan dibekali dana taktis sebesar Rp100 juta sebagai “pertolongan pertama” nuntuk memelihara jalan di wilayah masing-masing.

“Setiap kecamatan ada Rp 100 juta untuk pemeliharaan atau patching. Memang terbatas, tapi kita maksimalkan agar sebelum Lebaran kondisi jalan lebih aman,” kata dia.

Melalui langkah estafet ini, Pemkab Batang berharap perjalanan pulang kampung masyarakat pada Lebaran 2026 nanti tak hanya menjadi momen melepas rindu, tapi juga perjalanan yang aman dan minim risiko. (HS-08)

 

 

Butuh Rp2 Miliar, Ekskavasi Candi Bata Gringsing di Batang Terhenti karena Tak Ada Anggaran

MK Tolak Uji Materi Nikah Beda Agama