in

Puncak Musim Hujan, Pantura Kaligawe Relatif Bebas Genangan

Petugas mengecek fungsi pompa pengendali banjir di Kali Tenggang, Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Bulan Januari dikenal sebagai puncak musim hujan. Namun kawasan Pantura Genuk, khususnya di sekitar Jalan Raya Kaligawe, terpantau relatif minim genangan banjir. Kondisi ini menjadi indikator keberhasilan langkah antisipatif dan kolaboratif Pemerintah Kota Semarang dalam mengendalikan banjir di wilayah rawan tersebut.

Pengendalian banjir dilakukan melalui sinergi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana, terutama dengan memaksimalkan operasional rumah pompa di wilayah hilir.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menyebutkan dua rumah pompa utama—Tenggang dan Sringin—dioperasikan secara optimal untuk mengendalikan debit air dari wilayah hulu.

“Dari BBWS dilakukan pemaksimalan pompa Tenggang dan Sringin. Di Tenggang debitnya mencapai 12.000 liter per detik dan di Sringin 10.000 liter per detik,” ujar Suwarto, Senin (2/2/2026).

Di Rumah Pompa Tenggang, enam unit pompa berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik dioperasikan penuh tanpa henti, sehingga total debit mencapai 12.000 liter per detik. Sementara itu, Rumah Pompa Sringin mengoperasikan lima unit pompa dengan total debit 10.000 liter per detik. Pengoperasian pompa ini difokuskan untuk mencegah limpasan air yang berpotensi menggenangi Jalan Raya Kaligawe, jalur nasional Pantura dengan tingkat mobilitas tinggi.

Tak hanya mengandalkan pompa, DPU Kota Semarang bersama BBWS Pamali Juana juga melakukan pengerukan sedimen di sejumlah titik strategis untuk menjaga kapasitas saluran air.

“Ada kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dan BBWS Pamali Juana dalam pengerukan saluran di sepanjang Jalan Kaligawe, termasuk saluran di sisi selatan Jalan Kaligawe,” jelas Suwarto.

Pengerukan telah berlangsung sekitar satu bulan dengan melibatkan alat berat dari DPU dan BBWS, serta dukungan armada dump truk. Selain di sepanjang Kaligawe, pengerukan juga dilakukan di wilayah Kelurahan Bangetayu Wetan dan Kelurahan Karangroto guna mencegah penumpukan sedimen yang berpotensi memicu genangan.

Ke depan, DPU Kota Semarang akan melanjutkan pengerukan di sejumlah titik rawan lainnya, seperti Jalan Padi Raya—yang selama ini menjadi salah satu pusat genangan di Genuk—serta saluran di sisi rel kereta api dan tepi Jalan Muktiharjo Raya. Pada lokasi tertentu, terutama di bawah jembatan dan jalur rel, pengerukan dilakukan secara manual demi menghindari risiko terhadap utilitas dan sistem persinyalan kereta api.

Melalui langkah terpadu ini, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memperkuat pengendalian banjir di kawasan Genuk agar aktivitas masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas di jalur Pantura tetap terjaga sepanjang musim hujan.(HS)

PBJT Terus Disosialisasikan, Bapenda Kendal : Pajak Usaha Karaoke Sebesar 40 Persen

Pemprov Jateng Bakal Miliki Rumah Inovasi