HALO KENDAL – Mendapat laporan dari masyarakat terkait sejumlah parkir liar yang ada di perbatasan Kendal – Semarang, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) lokasi bersama jajaran dinas terkait, Senin (12/1/2026).
Sidak dilakukan, lantaran di lokasi yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu tersebut, disinyalir menjadi penyebab tumpukan tanah lumpur hingga menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas.
Usai sidak, kepada awak media Benny Karnadi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal beberapa kali sudah melakukan pembersihan lumpur di lokasi yang dikeluhkan. Namun lumpur masih terus datang, karena berasal dari tiga parkir liar yang berada lebih tinggi dari jalan raya dan tidak di cor.
“Di awal Januari ini sudah ada dua orang yang kabarnya meninggal dunia akibat kecelakaan di area lokasi ini. Kemudian kita cek di lokasi, terdapat parkir liar yang memang tidak sesuai peruntukan. Maka, sekitar lokasi ini akan kita tata kembali,” ujarnya.
Berdasarkan pengecekan di lapangan, akses jalan tambang Desa Sumberejo dibangun oleh perusahaan tambang PT HCB, namun pada kenyataannya ada dua penambangan lain yang juga melintasi akses jalan tersebut.
Sementara dari perwakilan PT HCB, Aan Tawli mengatakan, tambang yang beroperasi di jalan ini tidak hanya pihaknya saja, namun ada dua tambang lain.
“Kami baru nambang bulan Juni 2025 kemarin. Tapi untuk mengatasi persoalan ini kami akan membantu melalui CSR (Corporate Social Responsibility),” ungkapnya.
Aan juga menyebut, banyaknya lumpur di perbatasan Kendal-Semarang itu lantaran bersumber dari sejumlah parkiran yang tidak layak yang disinyalir tidak memiliki izin.
“Jadi ini kan parkiran liar tanpa ada izin. Udah gitu parkirannya tidak dicor. Jadi itu kandungan tanahnya sangat tinggi sekali. Ketika dia keluar akan membawa tanah tersebut sehingga menjadi tumpukan lumpur di area tersebut,” jelasnya.
Aan juga mengungkapkan, truk-truk yang ada di parkiran liar itu bukan merupakan armada yang mengangkut material tambang dari PT HCB.
“Kalau kita parkir di dalam tambang. Di tambang parkiran kita luas sekali, bisa memuat sekitar 350 dump truk. Jadi dipastikan truk yang parkir liar itu truk yang mengangkut tanbang lain,” bebernya.
Pihaknya juga mendukung penataan yang nantinya akan dilakukan oleh Pemkab Kendal, dan sangat mengapresiasi respon cepat yang sudah dilakukan.
“Kami setuju sekali apa yang dilakukan Bapak Wakil Bupati Kendal, sehingga hasilnya sudah jelas. Kami sudah lakukan cor jalannya tapi ternyata jadi banyak parkir liar. Kami harap pemerintah tegas, tutup saja parkir liarnya,” tandas Aan. (HS-06)


