in

Dorong Industri Rendah Karbon, SUN Energy Ciptakan Ekosistem Keberlanjutan Terintegrasi

Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan menyampaikan materi pengembangan SUN Energy dalam mendorong industri hijau dan rendah karbon yang bertempat di Resto Openair Semarang, Selasa (2/12/2025).

HALO SEMARANG — SUN Energy, penyedia layanan sustainability-as-a-Service bagi sektor industri, memiliki peran strategis bagi industri di Jawa Tengah dalam percepatan transisi energi menuju operasional rendah karbon. Hal ini sejalan dengan target Provinsi Jawa Tengah untuk mencapai bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 21,32 persen pada tahun 2025.

Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan mengatakan, bahwa industri di Jawa Tengah menunjukkan kesiapan yang semakin kuat untuk bertransformasi menuju energi bersih mengurangi dampak karbonisasi.

“Di momentum inilah SUN Energy ingin mengambil peran baru. SUN Energy hari ini tidak hanya bicara soal memasang PLTS. Kami bergerak menjadi Sustainability-as-a-Service provider yang membantu industri menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi, dan memenuhi standar global, semua dalam satu ekosistem,” ujarnya, Selasa (2/11/2025).

Melalui layanan keberlanjutan terintegrasi, mulai dari instalasi energi surya end-to-end, teknologi penyimpanan energi, manajemen pengolahan air daur ulang, hingga elektrifikasi kendaraan, solusi SUN Energy ini dirancang untuk mendukung pemenuhan Standar Industri Hijau (SIH) sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah tuntutan global terhadap konsep bisnis ramah lingkungan.

Penggunaan energi terbarukan di sektor industri nasional dalam tiga tahun terakhir semakin tumbuh pesat, terutama dari industri manufaktur. Selain dorongan efisiensi, kewajiban dari pasar global seperti Uni Eropa mendorong implementasi ini.

“Untuk menjawab tantangan sektor industri dalam penerapan operasional rendah karbon, Grup SUN mengambil peran dengan menghadirkan ekosistem solusi keberlanjutan yang meliputi, Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi sektor industri, Sistem baterai dan penyimpanan energi, dan Pengelolaan air berkelanjutan serta Elektrifikasi armada dan infrastruktur EV,” paparnya.

-Dukung Industri Hijau

Momentum Industri Hijau di Jawa Tengah
Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi industri hijau melalui penguatan regulasi dan penerapan praktik Standar Industri Hijau (SIH), instrumen yang digunakan pemerintah untuk memastikan industri nasional beroperasi secara efisien, berdaya saing, dan selaras dengan komitmen menuju Net Zero Emissions 2060.

Penerapan SIH dan meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi tercermin dari pertumbuhan adopsi PLTS yang pesat di Jawa Tengah. SUN Energy kini melayani lebih dari 30 perusahaan di provinsi ini dengan total kapasitas terpasang 22 MW. Implementasi ini telah menghasilkan lebih dari 26 juta kWh energi bersih dan mengurangi lebih dari 20 juta kilogram emisi CO₂, setara dengan 330 ribu pohon yang ditanam. Beberapa sektor industri diantaranya adalah sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods), tembakau, tekstil, furniture, dan manufaktur elektronik.

Ketua Pokja Pengawasan dan Pengendalian Industri Non Agro, Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Iwan Indrawan menambahkan, bahwa Industri Hijau memberikan arah yang jelas bagi industri untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, dan memperkuat daya saing.

“Kami terus mendorong percepatan implementasi Industri hijau sebagai fondasi transformasi industri di Jawa Tengah. Industri Hijau memberikan arah yang jelas bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, dan memperkuat dayasaing. Kami melihat adopsi energi bersih sebagai langkah penting agar industri tetap kompetitif di tengah tuntutan keberlanjutan global,” kata Iwan Indrawan.

Sementara, menurut, Koordinator Keterlibatan Pemangku Kepentingan Industri Net-Zero Institute Essential Social Reform (IESR), Rahmat Jaya Eka menekankan, bahwa keberhasilan dekarbonisasi industri membutuhkan kombinasi antara kebijakan yang kuat, peningkatan kapasitas teknis, dan akses terhadap teknologi rendah karbon.

“Banyak industri melihat peluang besar dari efisiensi energi dan pengurangan emisi, namun mereka masih membutuhkan dukungan dalam hal pendanaan dan pemahaman teknis. Kolaborasi lintas sektor dari pihak swasta, pemerintah, lembaga keuangan, dan para pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci percepatan pencapaian Net Zero Emissions 2060,” tegas Rahmat.

Sedangkan dampak bagi pelaku industri, pemanfaatan PLTS menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan sekaligus memenuhi standar keberlanjutan. Salah satu, pelaku industri, selaku Complience Head PT Sumber Bintang Rejeki, Ribawani Shinta Sulistyaningtyas mengatakan, kolaborasi dengan SUN Energy membantu menurunkan emisi operasional dan memperkuat pemenuhan persyaratan lingkungan.

“Inisiatif ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang kami untuk mendukung praktik industri yang lebih bertanggung jawab. Kolaborasi antara Perusahaan dengan SUN Energy adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta mampu memberikan dampak secara cepat dan nyata bagi perusahaan,” katanya.

Senada dengan pelaku industri kayu, selaku Area Head PT Kayu Lapis Indonesia, Didik Adishila mengatakan, dampak positif dari memanfaatkan energi surya sebagai upaya meningkatkan daya saing industri.

“Efisiensi energi dan pengurangan emisi telah menjadi bagian penting dari strategi Kayu Lapis. Penggunaan PLTS telah membantu kami menurunkan konsumsi energi berbasis fosil sekaligus memperkuat nilai keberlanjutan di rantai perdagangan global. Pengalaman menggunakan energi surya dalam beberapa bulan terakhir ini menguatkan kami untuk menambah angka pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas kami sebagai bentuk inisiatif dekarbonisasi industri serta efisiensi energi,” ujar Didik.

Oleh karena itu, SUN Energy mengajak pelaku industri di Jawa Tengah untuk mengambil langkah proaktif dalam mempercepat implementasi SIH. Pemanfaatan solusi terintegrasi dan kemudahan pembiayaan diharapkan dapat membantu industri meningkatkan efisiensi, menurunkan emisi, dan memperkuat daya saing global. (HS-06)

Kota Semarang Raih Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pendidikan dari Kemendagri

Kendal Bakal Berlakukan Pidana Kerja Sosial