HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menindaklanjuti persoalan banjir dan rob yang terjadi di wilayah Kecamatan Kaliwungu dengan segera melakukan pengecekan bersama dinas terkait, untuk bersama-sama memberikan solusi terbaik dalam penanganan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menanggapi keluhan yang disampaikan warga terkait rob di Desa Mororejo dan banjir di Kaliwungu dalam kegiatan dialog publik bersama tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Kaliwungu, Sabtu (15/11/2025).
“Kami akan menindaklanjuti persoalan rob tersebut melalui dinas terkait, dengan melakukan cek lapangan pekan depan, agar nantinya bersama-sama memberikan solusi terbaik untuk menangani persoalan,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan, untuk normalisasi sungai yang ada di wilayah Kendal termasuk di Kaliwungu ini memang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Namun Pemerintah Kabupaten Kendal sudah melakukan koordinasi, dan saat ini sudah mulai dilakukan normalisasi di Kali Aji, Kali Bendo, dan sungai Kendal,” bebernya.
Menurut Bupati persoalan banjir, tidak lepas dari problem sampah. Sehingga, dirinya meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, terutama tidak membuang sampah sembarangan.
Ia pun menegaskan, terkait dengan persoalan sampah, Pemkab Kendal sudah membuat surat edaran untuk penanganan persoalan sampah ditingkat desa dan kelurahan, yang diharapkan dapat mengurangi persoalan sampah yang ada di Kendal.
“Mari jaga lingkungan kita dengan baik, terlebih untuk sampah harus dipilah dari rumah tangga, sehingga akan lebih dalam pengolahannya,” tandas Bupati.
Dirinya berharap, melalui kegiatan dialog publik, masyarakat dapat menyampaikan usulan dan gagasan ide kreatif untuk bersama-sama dengan Pemkab Kendal menyelesaikan persoalan yang ada.
Menurut Bupati, setiap wilayah kecamatan pasti memiliki persoalan yang berbeda-beda, sehingga melalui dialog publik ini pastinya akan lebih mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh masyarakat Kaliwungu.
“Persoalan yang terjadi dimasyarakat pastinya sangat kompleks, jadi sangat dibutuhkan peran masyarakat agar bersama-sama mengatasi persoalan -persoalan yang ada ditengah masyarakat,” harapnya.
Sebelumnya, Ketua BPD Desa Mororejo, Kaliwungu, Jumadi mengusulkan terkait penanganan persoalan air rob yang sering kali terjadi di Desa Mororejo, terutama di Dukuh Ngebum.
Selain itu, tokoh masyarakat lainnya mengusulkan terkait dengan penanganan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Kaliwungu, karena sering kali terjadi banjir akibat luapan air sungai saat musim hujan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kendal, Don Murdono menyampaikan, sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi persoalan yang ada, sehingga bisa saling menguatkan untuk gotong royong dalam mengatasi persoalan tersebut.
Terkait dengan dialog publik yang digelar, menurutnya harmonisasi sangat diperlukan untuk menciptakan kondusifitas di wilayah. Salah satunya dilaksanakan dengan dialog publik bersama tokoh agama dan para pemuda.
“Kegiatan ini sebagai wujud nyata yang dilakukan oleh pemerintah, agar konflik sosial di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik, sehingga tercipta kondusifitas wilayah dan pembangunan di Kabupaten Kendal dapat berjalan dengan baik,” ujar Don. (HS-06)