in

SMP 1 Bawang Deklarasi Sekolah Siaga Kependudukan dan Gelar Artistics Fest Selama 2 Hari

Camat Bawang Ahmad Qudasi menggunting pita, dalam pembukaan Artistics Fest Simpati 2025, yaitu pameran seni rupa karya siswa kelas 9 SMP 1 Bawang Kabupaten Banjarnegara. (Foto : banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Kepala Dindikpora Banjarnegara Teguh Handoko mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya menjadi pusat pendidikan kognitif. Sekolah juga berperan menjadi tempat edukasi positif tentang kependudukan, kesehatan dan lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dindikpora Banjarnegara Teguh Handoko, ketika acara deklarasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP Negeri 1 Bawang, baru-baru ini.

Dia mengatakan bahwa program SSK, diharapkan dapat menjadi wadah pembentukan karakter siswa, yang peduli terhadap isu kependudukan, kesehatan reproduksi, gender, dan pembangunan berkelanjutan.

“Sekolah adalah juga menjadi pusat pendidikan kognitif, tetapi juga edukasi positif tentang kependudukan, kesehatan dan lainnya, yang berdampak tidak hanya bagi siswa, tetapi juga lingkungan sekitar,” kata Teguh, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.

Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Joko Catur Subiyanto, mengatakan SSK adalah bagian dari upaya memperkuat peran satuan pendidikan, dalam menghadapi isu-isu kependudukan, serta membangun budaya literasi seni di kalangan peserta didik.

Dalam deklarasinya, SMP Negeri 1 Bawang menyampaikan tiga komitmen utama, sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, yakni Pertama, mendukung penuh program pemerintah terkait pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk.

Kedua, mengintegrasikan pendidikan kependudukan, kesehatan reproduksi, dan pembangunan keluarga ke dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, serta ketiga  membentuk karakter siswa agar memiliki wawasan kependudukan dan kesadaran berencana menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu dalam kegiatan tersebut, diawali dengan apel pagi,  diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi resmi SSK sebagai komitmen sekolah dalam mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam proses pembelajaran, ekstrakurikuler, serta budaya sekolah.

Selain Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko, turut hadir dalam kegiatan ini  Kepala Dinas Kominfo Sagiyo; serta sejumlah pejabat lainnya.

Mereka kemudian menandatangani deklarasi sebagai simbol penguatan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan sekolah yang sadar kependudukan.

Selain deklarasi SSK, sekolah juga menyelenggarakan Artistics Fest Simpati 2025, yaitu pameran seni rupa karya siswa kelas 9 sebagai bagian dari tugas akhir pembelajaran Seni Rupa.

Pameran dibuka dengan pengguntingan pita oleh Camat Bawang Ahmad Qudasi. Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, sekaligus sarana mengekspresikan ide dan nilai-nilai kehidupan melalui karya kreatif.

Pameran juga diintegrasikan dengan lima brand sekolah, yaitu Sekolah Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Siaga Bencana, Sekolah Aman Pangan, dan Sekolah Siaga Kependudukan, sehingga tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga media pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan.

Mengusung tema “Belajar dari Warna, Berkarya untuk Dunia”, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan sejalan dengan penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan SMP Negeri 1 Bawang.

Saat meninjau pameran, Kepala Dindikpora Banjarnegara memberikan apresiasi terhadap salah satu karya siswa bernama Ena Putri Qurrota Ayun, yang menampilkan lukisan pemandangan mega-mega malam hari dilihat dari pesawat di ketinggian.

Ena menjelaskan bahwa karyanya terinspirasi dari pengalaman perjalanan umrah bersama kedua orang tuanya.

Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting bagi SMP Negeri 1 Bawang untuk memperkuat komitmen pendidikan kependudukan sekaligus mendorong kreativitas peserta didik dalam berkarya dan berprestasi. (HS-08)

 

 

Cegah Penyebaran TBC, Dinkes Purbalingga Lakukan Skrining Kesehatan Gratis

Tingkatkan Kualitas Pelaku Seni, Dewan Kesenian Banjarnegara Gelar Workshop Teater