in

Genjot Kemandirian Ekonomi Kader, TP PKK Purworejo Berikan Pelatihan Koperasi dan Kewirausahaan

Pembukaan Pelatihan Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan, Rabu (5/11/2025), di Purworejo. (Foto : purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Pengetahuan yang minim tentang pengelolaan, akuntansi, dan manajemen keuangan koperasi, sering menjadi penghambat utama dalam merintis atau memajukan koperasi.

Hal itu disampaikan Pengurus Pokja II TP PKK Purworejo, Siti Muflihah, ketika menyampaikan laporan dalam pembukaan Pelatihan Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan, Rabu (5/11/2025).

Pelatihan diselenggarakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, diikuti oleh 60 peserta, terdiri atas Pengurus TP PKK Kabupaten, Pokja II TP PKK Kecamatan, Kader UP2K Desa yang diwakili oleh Kecamatan, serta perwakilan pengurus Kabupaten, serta dari Sekretariat.

Lebih lanjut Siti Muflihah mengatakan, untuk mengatasi persoalan itu, dilaksanakan pelatihan pengelolaan koperasi.

Kegiatan ini juga didasari oleh kesadaran pentingnya koperasi sebagai motor penggerak kesejahteraan anggota, khususnya bagi kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

“Kami menyadari pentingnya membekali kader agar bisa merintis terbentuknya koperasi yang nanti bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Siti Muflihah.

Sementara itu, Wakil Ketua II TP PKK Bidang Peningkatan Ekonomi Keluarga, Rita Purnamasari, dalam sambutannya ketika membuka acara, bahwa pelatihan ini adalah upaya untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi kader PKK.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader dapat memahami manajemen koperasi secara lebih baik, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran dan pengembangan produk,” terangnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber, yaitu Konsultan PLUT Bidang Pembiayaan, Fitri Danarti, dan pemilik Amira Bakery, Nur Riyanto.

Konsultan PLUT Bidang Pembiayaan, Fitri Danarti, menekankan peran strategis PKK dalam pengelolaan koperasi.

“PKK berperan sebagai motor penggerak untuk mengubah peran ibu rumah tangga dari konsumtif menjadi produktif,” tegas Fitri.

Untuk mencapai pengelolaan koperasi yang sukses, Fitri mendorong peserta untuk segera menerapkan Tiga Jurus Jitu sebagai langkah krusial:

  1. Menetapkan Rapat Anggota Bulanan (RAB) secara rutin
  2. Memulai pencatatan keuangan harian yang konsisten
  3. Melakukan uji coba produk baru dengan brand koperasi

Sementara itu, Nur Riyanto, Owner Amira Bakery, menjelaskan strategi berwirausaha dan pentingnya inovasi produk di pasar yang kompetitif.

“Jangan takut untuk memulai!” rasa takut adalah hambatan terbesar. Oleh karena itu, keberanian untuk mengambil langkah awal dan melihat kegagalan sebagai proses belajar adalah modal utamanya, tegasnya.

Nur Riyanto juga menjelaskan aspek praktis, yaitu inovasi produk dan adaptasi pasar. Ia menekankan pentingnya menciptakan signature product yang unik sambil tanggap terhadap tren rasa musiman serta tips pengembangan usaha melalui storytelling tentang merek/brand.

Melalui pelatihan ini, TP PKK Kabupaten Purworejo berharap, para kader dapat memahami dasar-dasar manajemen koperasi dengan lebih baik, mulai dari perencanaan rincian usaha, dan terbentuknya kader PKK dalam mendirikan koperasi sebagai sarana pencapaian keejahteraan keluarga. (HS-08)

Hadiri Panen Tani Digital di Sragen, Menkomdigi Meutya Hafid : Produktivitasnya Naik

Kumpulkan Polri – TNI hingga Relawan, BPBD Purworejo Gelar Gladi Penanganan Tsunami