HALO BLORA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Mulyowati mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan longsor.
Peringatan tersebut disampaikan karena Kabupaten Blora telah memasuki musim hujan. Menurut dia, hujan intensitas tinggi sudah beberapa kali terjadi sejak Oktober dan diperkirakan akan berlangsung hingga Desemnber
Dia juga mengingatkan bahwa dalam bulan-bulan tersebut, setiap hari juga turun hujan, walaupun waktuya tidak menentu, bisa pagi, siang, sore, atau malam.
Menurut dia, yang harus diwaspadai adalah hujan deras, berdurasi lama, dan disertai angin kencang. Hal itu karena cuaca ekstrem semacam itu dapat memicu banjir, longsor, pohon tumbang, atau kerusakan bangunan.
Pihaknya pun sudah beberapa kali menerima laporan, tentang terjadinya genangan di beberapa lokasi, bahkan disertai angin kencang.
“Hujan ini disertai dengan angin yang lumayan besar dan ditambah banyak pohon-pohon tumbang,” jelasnya.
Pihaknya mengaku, sudah sering menyampaikan prakiraan cuaca kepada seluruh kepala dinas dan camat untuk dapat menyampaikan ke kades tentang prakiraan cuaca di hari berikutnya.
Untuk para kades yang seringkali tergenang ketika hujan itu mulai ada kewaspadaan.
“Adanya longsor, banjir dan angin puting beliung ini mulai harus siaga jika ada kebencanaan tersebut,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Mulyowati juga menjelaskan, berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Blora terdapat sejumlah wilayah rawan banjir. Wilayah-wilayah itu ada di bagian barat dan selatan, meliputi Kecamatan Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Jati, Randublatung dan Kedungtuban.
Banjir di Blora itu, umumnya akibat luapan sungai Wulung dan Lusi, hutan gundul sehingga lahan-lahan tidak bisa menyerap air, dan erosi sehingga menyebabkan sungai-sungai yang semula kecil menjadi besar.
“Terlebih, kami melakukan pengecekan di beberapa aliran sungai itu banyak lahan dan pohon yang sudah tidak mampu menyerap air,” ungkapnya.
Adapun untuk wilayah yang rawan angin puting beliung, umumnya ada di bagian selatan, meliputi wilayah Kecamatan Jati, Kedungtuban, dan Randublatung.
“Kami akan koordinasikan dengan DLH, DPUPR dan Perhutani untuk melakukan proses penanaman kembali untuk mengurangi adanya banjir dan hembusan angin. Kami dari BPBD akan siaga terus terkait cuaca yang tidak menentu,” tuturnya.
Pihaknya, sering melakukan koordinasi terkait penebangan pohon rawan tumbang di pinggir jalan, akibat angin kencang.
Ia merasa kesulitan dengan dinas terkait, jika mengajukan beberapa potensi pohon yang rawan tumbang.
“Akhir-akhir ini banyak pohon tumbang dan ketika tumbang maka jadi tanggung jawab BPBD. Karena cuaca akhir tahun ini pasti angin kencang ditambah hujan lebat. Kami mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dengan kondisi puncak cuaca musim hujan,” ucapnya. (HS-08).