HALO KENDAL – Lima daerah di KONI Semarang Raya yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak siap menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII pada 2026 mendatang.
Kesiapan itu ditegaskan dalam rapat koordinasi (rakor) lima kabupaten/kota tersebut dengan KONI Jawa Tengah akhir bulan lalu di Kantor KONI, Kompleks Jatidiri Kota Semarang.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Umum (Waketum) II KONI Jateng Soedjatmiko, dihadiri Ketum KONI Kota Salatiga Agus Purwanto, Ketum KONI Kendal Subur Isnadi, Ketum KONI Demak Yudo Astiko, Ketum KONI Kabupaten Semarang Dody Prasetyo, Waketum KONI Kota Semarang Hely Sulistyanto, dan Waketum KONI Kendal Joko Pranawa Adi, serta Sekum KONI Kota Semarang Teguh Setyono, dan Sekum KONI Kendal S Wahyu Widayanto.
Ketua KONI Kabupaten/Kota Semarang Raya itu, rata-rata menyatakan kesiapan menggelar Porprov 2026. Namun mereka menyatakan ada kendala dalam pelaksanaan pertandingan dan segala perlengkapan pendukung.
”Semua persiapan untuk menyelenggarakan Porprov sudah kami lakukan. Namun yang menjadikan langkah kami agak terhambat adalah batas-batas hak dan kewajiban tuan rumah KONI Kota/Kabupaten, KONI Jateng selaku panitia besar dan Pengprov cabang olahraga,” tutur Agus Purwanto, yang juga selaku Koordinator KONI Semarang Raya.
Dijelaskan, semua utusan KONI lima kabupaten./kota tersebut sependapat dengan Agus Purwanto. Mereka belum bisa melakukan koordinasi dengan kepala daerah masing-masing.
”Bulan November, semua daerah melakukan pembahasan anggaran 2026. Hasil pertemuan ini akan kami jadikan bahan untuk pengajuan anggaran kepada kabupaten/kota,” kata Ketum KONI Demak, Yudi Astiko.
Sementara itu, Waketum I Bidang Organisasi KONI Kendal Joko Pranawa Adi menyoroti penetapan venue pertandingan. Menurutnya, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari Pengprov cabang olahraga di daerahnya setelah melaksanakan pengecekan.
”Yang kami rasakan di Kendal, belum ada konfirmasi dari Pengprov cabang olahraga, setelah melaksanakan pengecekan calon venue. Apakah di kota/kabupaten lain juga seperti itu,” ungkapnya.
Merespons pernyataan dari KONI Kabupaten/Kota calon rumah Porprov 2026, Waketum II KONI Jateng Soedjatmiko menyatakan, pihaknya selaku panitia besar (PB) Porprov sudah menyiapkan materi tentang tata kerja antara tiga pihak yakni tuan rumah, Pengprov cabang olahraga dan PB Porprov. Dalam paparan di papan proyektor terlihat ada 22 item.
“PB Porprov menanggung biaya penyelenggaraan pertandingan, serta akomodasi atlet,” tandasnya.
Sedangkan Pengprov cabang olahraga, lanjut Soedjatmiko, membayar honor wasit, juri, ketua panitia serta petugas lapangan, bantuan transportasi dari daerah PP, sewa perlengkapan/partisi pertandingan, belanja kebutuhan pertandingan, operasional pertandingan cabang olahraga, konsumsi petugas lapangan dan sewa mobilitas darat.
“Untuk tuan rumah bertugas menyiapkan dokter pertandingan, venue dan kelengkapannya, perlengkapan tambahan untuk pertandingan, keamanan di sekitar venue, sewa tempat pertandingan, tim medis dan rumah sakit rujukan, kelancaran pelaksanaan pertandingan, panitia Sub PB Porprov serta upacara pembukaan-penutupan,” ungkapnya.
Seperti diketahui rencana pembukaan akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang dan penutupan di Stadion Utama Kendal.
“Untuk waktu pelaksanaan, KONI Jateng masih memiliki tiga opsi, salah satunya adalah 9 – 15 Sepember 20226. Segera akan kita keluarkan SK yg mengatur hak dan kewajiban PB Porprov, pengprov dan Tuan Rumah,” kata Soedjatmiko. (HS-06)