HALO SEMARANG – Bakal Calon Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyiapkan sejumlah agenda yang disebutnya sebagai strategi kunci untuk mengembalikan Jateng ke orbit empat besar, bahkan naik menjadi tiga besar pada multievent Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTB-NTT tahun 2028 mendatang.
Agenda itu, di antaranya masif menggelar event secara terstruktur dan berjenjang untuk menggairahkan pembinaan, gotong royong mengoptimalkan menggali dana olahraga di luar APBD, dan memperbanyak fasilitas olahraga.
Hal itu diungkapkan Sujarwanto yang saat ini menjabat Ketua Umum Pengprov Perpani (Panahan) Jateng, dalam Sarasehan dan Ngopi Bareng bersama perwakilan sekitar 50 cabang olahraga pendukungnya, ditambah utusan badan fungsional dan KONI kabupaten/Kota di salah satu hotel di Kota Semarang, Minggu malam (21/9/2025).
Acara silaturahmi yang dipandu Wakil Ketua Umum Pengprov Perpani, Mugiyo Hartono tersebut bertajuk ”Sesarengan Ngopeni Nglakoni Prestasi Olahraga Jawa Tengah”.
Tampak hadir, unsur pimpinan di Disporapar Jateng, ketua cabor, di antaranya Ketua Umum Pengprov IPSI Harry Nuryanto, Ketua Umum FPTI Abdul Hamid, Ketua Umum PASI Rumini, Ketua Umum IWbA Ardhana Arifianto, Ketua Umum ABTI Joko Pranawa Adi, Ketua Umum PABSI Agus S Winarto.
Selain itu nampak hadir, Ketua Umum Asprov PSSI Yoyok Sukawi, Ketua Umum KBI Eko Firli, Ketua Umum Perwosi Sri Lestari Soediro, dan Ketua Umum PP KORI Hardhono Susanto, serta Wakil Ketua Siwo PWI Sigit Pramono.
”Selain sebagai instrumen mendidik generasi muda dan pemersatu bangsa, olahraga punya tujuan besar yaitu prestasi. Dalam konteks PON, saya punya mimpi bersama KONI, agar kita mencapai prestasi lebih baik. Dulu kita selalu urutan keempat, atau empat besar PON. Pada PON Aceh-Sumut 2024, kita posisi kelima, dan ke depan kita harus kembali pada posisi empat besar atau naik ke tiga besar,” tandas Sujarwanto.
Dirinya mengungkapkan strategi untuk mewujudkan misi tersebut. Pertama, menghidupkan klub-klub olahraga dengan memperbanyak event. KONI harus mendorong cabor membuat event secara terstruktur dan kualifikasinya bertingkat, mulai kejurkab, kejurprov, hingga mengirim atlet ke kejurnas.
Kedua, pihaknya yakin bahwa masyarakat Jateng cinta olahraga, khususnya para pengusaha, dermawan atau filantropi. Demi olahraga mereka ingin membiayai. Nah, KONI siap memberikan wadahnya, dan imbalannya adalah prestasi. Maka prestasi harus dipastikan.
”APBD kita jadikan modal dasar, selanjutnya yuk kita ciptakan semangat gotong-royong dengan mengadakan malam-malam penggalangan dana. Kita kumpulkan pengusaha, dan taruhannya adalah prestasi,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng tersebut.
Ketiga, adalah membangun sarana latihan di titik-titik sentra pembinaan olahraga. Sujarwanto mencontohkan pembangunan trek pacuan kuda bertaraf internasional oleh Pordasi yang segera dimulai di Batang.
“Kami juga mengapresiasi Djarum Kudus yang tak hanya membina bulu tangkis, tapi menjadi tempat penyelenggaraan kejurnas panahan junior dan PON bela diri,” imbuhnya.
Sebelumnya, Budi Santoso yang menjadi tim pemenangan, menyampaikan kiprah Sujarwanto dunia olahraga, dan pemerintahan. Di dunia olahraga, panahan Jateng menjadi cabor berprestasi di PON Papua 2021 dan PON Aceh-Sumut 2024, serta penyumbang atlet nasional.
Kapasitas dan kapabilitas Mas Jarwanto–demikian sapaan akrabnya–sebagai ketua Perpani dan kepala dinas-dinas teknis seperti Koperasi dan UMKM, serta ESDM, Badan Perencanaan Daerah dan Asisten Ekbang Sekda, tak perlu diragukan lagi.
”Mas Jarwanto juga menjabat Pj bupati yaitu Klaten, Kabupaten Semarang dan Pati. Jadi, dari sisi manajerial dan kepemimpinan tak usah diragukan lagi,” tandas Budi. Menurutnya Sujarwanto juga bisa diterima semua kalangan seperti birokrat, pengusaha, DPRD, dan tentu saja insan olahraga. (HS-06)