HALO KENDAL – Masalah sampah masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Kendal. Untuk mengatasi hal itu, maka dilakukan berbagai cara, salah satunya mengoptimalkan peran Bank Sampah.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, dengan memanfaatkan bangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip 3R: Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Mendaur Ulang) dijadikan sebagai Bank Sampah.
Lurah Bandengan Nur Ali mengatakan, pemanfaatan gedung TPS3R sebagai Bank Sampah, mendorong masyarakat lebih peduli dalam memilah dan mengolah sampah.
Dirinya mengakui, selama ini, bangunan bekas TPS3R malah menjadi pembuangan sampah liar oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.
“Ini adalah rintisan atau kepedulian dari ibu-ibu PKK Kelurahan Bandengan dengan membentuk Bank Sampah sebagai salah satu usaha untuk mengurangi pembuangan sampah di TPS3R,” ujar Nur Ali kepada halosemarang.id, Jumat (22/8/2025).
Ia menyebut, sampah tak hanya mencemari lingkungan saja, tapi juga dapat mengancam kesehatan warga hingga menjadi salah satu penyebab banjir. Itu yang sering terjadi.
“Ini adalah kepentingan kita bersama. Masalah sampah menjadi tanggung jawab bersama. Dimulai dari memberikan sosialisasi, kita harus memilah sampah dari rumah, sehingga kita bisa mengurangi produksi sampah,” tandas Nur Ali.
Dijelaskan, harga per kilogram di Bank Sampah Bandengan, untuk kategori sampah kertas HVS : Rp 1.500, dus snack Rp 500, kardus : Rp 1200, botol plastik Rp 2.500.
“Untuk harga besi Rp 3.000 per kilogram, kaleng dan seng Rp 1.000 per kilogram, alumunium Rp 10.000 per kilogram, dan campur Rp 1.000 per kilogram. Untuk botol sirup tidak laku,” jelas Nur Ali.
Pihaknya berharap, kehadiran Bank Sampah di Bandengan tak hanya membantu menekan jumlah sampah rumah tangga saja, tetapi juga membawa berkah bagi warga. Karena untuk tabungan bisa diambil setiap bulan atau untuk membayar iuran bulanan sampah.
“Harapannya, Bank Sampah ini bisa bermanfaat. Sebab, sampah yang sudah dipilah oleh warga bisa dijual ke Bank Sampah, sehingga warga bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah,” pungkas Nur Ali. (HS-06)