HALO SRAGEN – Bupati Sragen Sigit Pamungkas meresmikan logo branding daerah dengan jenama ‘’Sragen The Land of Java Man’’.
Peluncuran logo dilaksanakan dalam rangkaian acara Resepsi Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman rumah dinas Bupati Sragen belum lama ini
Dalam peluncuran itu, cetak desain logo dan merchandise diusung sejumlah praktisi seni rupa yang tergabung dalam tim kerja “Gambaran Nalar” (Galar) selaku penyusun logo branding The Land of Java Man selanjutnya masing-masing diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sragen.
Terciptanya Logo ini tak lepas dari gagasan yang dilontarkan Bupati Sigit di awal masa jabatannya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan, dirinya bermaksud menghadirkan logo branding daerah yang mengeksplorasi keberadaan Warisan Dunia Situs Prasejarah Sangiran, dengan jenama; ‘’Sragen The Land of Java Man’’.
Bupati memberi kesempatan kepada sejumlah pegiat seni rupa Kabupaten Sragen diantaranya Risky Febrian Pratama, Ragil Mardiko, Edwan Eka Saputra, DIdit Hermawan, M Nur Haryadi, Ari Purwanto, Ninik Rusmiati, Arum Ardianti dan Rochmad Tri Affandi untuk menyumbang karya desain logo branding ‘’Sragen The Land of Java Man’’.
Nama situs Sangiran yang mendunia beserta jejak peradabannya dapat menjadi inspirasi untuk mengaktualisasikan identitas dan karakter khas Kabupaten Sragen ke dalam bentuk logo.
Visualisasi logo harus dapat menampilkan citra Sragen sebagai kabupaten modern yang dipenuhi semangat penciptaan karya budaya berkelas internasional.
Desain logo juga diharapkan mencerminkan karakter lokalitas yang adaptif terhadap modernisasi, lugas dan tegas namun elegan.
Penciptaan logo branding ini juga melibatkan pendampingan kuratorial tenaga ahli dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yakni Basnendar Herry Prilosadoso dan Ipung Kurniawan Dwi Yunianto., serta dukungan kajian konsepsional dari Edukator Cagar Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Andjarwati Sri Sajekti.
Puluhan design telah dihasilkan, proses kuratorial dan revisi design dijalani berulangkali untuk menghasilkan yang terbaik.
Pada tahap awal, kurator menyeleksi sejumlah desain yang dihasilkan hingga memperoleh 5 desain calon logo city branding.
Selanjutnya dipilihlah 3 desain calon Logo City Branding pada 19 Juli 2025 yang lalu.
Pemilihan 3 logo ini melibatkan anak-anak muda yang mewakili Generasi-Z Sragen dan praktisi merchandise untuk menjaring pendapat dan saran dari kawula muda.
Voting pemilihan 3 desain digelar 28 Juli hingga 3 Agustus 2025 diikuti pelajar, ASN, dan masyarakat umum dengan bantuan perangkat aplikasi digital.
Akhirnya diperoleh 4222 responden, desain karya Risky Febrian Pratama berhasil meraup pemilih terbanyak untuk menjadi logo resmi ‘’Sragen The Land of Java Man’’.
Ciri khas desain karya Risky Febrian Pratama adalah terdapat unsur stilasi sidik jari pada bagian logogram. Sidik jari, kata Risky, merupakan representasi keunikan yang tak tergantikan.
Sidik jari menjadi metafora autentisitas, mengikat emosi, sejarah, dan kebanggaan lokal dalam satu simbol yang personal dan tak bisa disalin.
Menurut Risky Febrian Pratama, logo branding ‘’Sragen The Land of Java Man’’ yang diciptakannya menggambarkan semangat keterbukaan dan peralihan dari masa lalu menuju masa depan.
“Khasanah historis dan budaya di Kabupaten Sragen merupakan gerbang pengetahuan tentang peradaban awal manusia yang terbuka bagi wisatawan, peneliti, dan generasi muda, sekaligus sumber inspirasi bagi penciptaan karya kreatif modern yang mendunia,’’ jelas Risky Pratama, seperti dirilis sragenkab.go.id
Logo Sragen The Land of Java Man, memuat akar peradaban dan identitas di Sragen. Homo erectus menjadi simbol kebanggaan akan warisan arkeologis yang tak ternilai, sekaligus representasi kecerdasan awal dan evolusi manusia.
“Demikian pula Kabupaten Sragen, memiliki keunikan autentik yang membanggakan. Bisa berupa warisan budaya dunia Sangiran, bumi seniman, gendhing sragenan, karakter pemberani masyarakatnya, histori sragen sebagai tanah spirit pembebasan, dan lain sebagainya,’’ kata Risky.
Selain itu logo ‘’Sragen The Land of Java Man’’ juga mewakili waktu dan kedalaman sejarah. Setiap lapisan tanah menjadi arsip alami yang terus dijaga. Lapisan ini menegaskan bahwa tanah Sragen bukan sekadar permukaan bumi, melainkan tempat di mana sejarah manusia digali dan dihargai. (HS-08)