HALO BLORA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kabupaten Blora, merealisasikan pembangunan Jembatan Temuwoh di Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda, menyatakan bahwa proses pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar 150 hari dengan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBD Blora.
Namun setelah proses lelang, nilai kontrak proyek turun menjadi Rp9,3 miliar dan dimenangkan oleh CV Mulyo Joyo Berkah.
Proyek ditandatangani pada 21 Juli 2025 dan pekerjaan fisik dilaksanakan mulai Rabu (30/7/2025).
Sebelumnya, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi rehabilitasi jembatan itu, sekaligus melaksanakan peninjauan ke lokasi.
“Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan pelaksanaan fisik dimulai Rabu,” kata Huda, seperti dirilis blorakab.go.id.
Nizamudin Al Huda menyampaikan selama masa konstruksi, kendaraan roda empat akan dialihkan melalui jalur alternatif yang melintasi Desa Karangtengah dan Srigading untuk menghindari gangguan lalu lintas.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah setempat.
Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik.
Untuk diketahui, jembatan Temuwoh yang selama ini menjadi salah satu akses penting kondisinya kini rusak dan membahayakan. Itu akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kerusakan terjadi pada beberapa bagian penting. Mulai struktur tengah jembatan, ujung jembatan yang ambles hingga talud penahan longsor.
Bupati Blora, Arief Rohman, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu, menjelaskan jembatan baru akan dibangun lebih lebar dengan konstruksi baja menyerupai desain Jembatan Terusan Bojonegoro Blora (TBB).
Pembangunan mencakup pembongkaran total jembatan lama, termasuk pilar-pilar yang akan dirubuhkan untuk memperlancar aliran sungai. (HS-08)