HALO KENDAL – Desa wisata harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik masyarakat setempat, pemerintah daerah, pelaku usaha maupun pihak terkait lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Erwita Dianti, dalam Bimbingan Teknis Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui Promosi Desa Wisata yang digelar di Wisata Pantai Indah Kemangi Kendal, Minggu (18/5/2025).
“Dengan kolaborasi ini, maka akan tercipta ekosistem pariwisata yang menjadikan desa wisata semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Bimtek diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan Komisi VII DPR RI dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kendal. Pesertanya adalah pengurus Ekonomi Kreatif (Ekraf), pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), pengelola wisata dan para Pegiat Wisata Desa.
Erwita menjelaskan, salah satu program Kemenparekraf adalah mendorong agar wisata desa menjadi tujuan wisata edukasi.
Tujuannya supaya pengunjung wisata, terutama anak-anak sekolah dan mahasiswa bisa belajar banyak hal, seperti kesenian dan budaya lokal atau produk-produk lokal lainnya.
“Pengunjung tidak hanya foto-foto, tapi bisa belajar cara membuat makanan, ikut bertani atau belajar kesenian, sehingga maka akan menggerakkan perekonomian desa wisata,” jelas Erwita.
Sementara Dosen Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro Semarang, Robertmi Jumpakita Pinem menegaskan, pengelola desa wisata harus memikirkan keunikan dan otentisitas sebagai daya tarik wisatawan.
“Pengelola Desa Wisata, juga harus melibatkan masyarakat lokal dan menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Selain itu harus manfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan melalui konten-konten yang menarik di media sosial. Namun manajemennya juga harus bagus dan dikelola secara profesional,” tandasnya sebagai salah satu nara sumber dalam bimtek.
Sedangkan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena menambahkan, desa wisata tidak perlu bersaing dengan desa wisata lain.
“Namun harus terus mengembangkan desa wisatanya, supaya semakin bagus dan menarik. Kemudiam bagi si pengelola harus fokus menjadikan desa wisatanya semakin hari semakin bagus,” ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut.
Samuel juga menyarankan keberadaan homestay di Kendal, karena akan menjadikan keunikan tersendiri dari desa wisata. Tujuannya agar pengunjung bisa menjadi bagian dari desa wisata.
“Dengan begitu masyarakat desa bisa terlibat aktif memajukan desa wisata. Karena homestay bisa menyatukan antara pengunjung dengan masyarakat desa,” harapnya. (HS-06)