HALO KENDAL – Keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) dalam cabang olahraga (cabor), seperti lapangan atau peralatan, dapat menjadi penghambat utama dalam penyelenggaraan event olahraga, terutama di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Hal itu diutarakan Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kendal, Ibnu Fikri, saat silaturahmi di Kendal, Minggu (11/5/2025).
“Kondisi terbatasnya sarana dan prasarana seperti tempat lomba atau ajang pertandingan itu bisa mengurangi kualitas event, mengurangi partisipasi peserta, dan bahkan menghambat perkembangan prestasi olahraga di suatu daerah,” ujarnya, didampingi pengurus FPTI Kendal lainnya.
Fikri juga mengaku, pihaknya butuh perhatian dari pemerintah daerah untuk melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan. Terutama hangboard atau papan latihan panjat tebing.
Menurutnya, untuk hangboard yang ada saat ini, tidak memenuhi standar untuk pelaksanaan event. Apalagi berstandar provinsi.
“Papan latihan panjat tebing ini memiliki berbagai jenis lubang dan pegangan yang berbeda-beda, karena dirancang untuk melatih kekuatan jari dan pegangan tangan. Sehingga memungkinkan pemanjat untuk berlatih berbagai posisi tangan dan tingkat kesulitan yang berbeda,” ungkap Fikri.
Dosen UIN Walisongo Semarang yang bermukim di Kaliwungu, Kabupaten Kendal itu pun mempunyai rencana untuk beraudiensi dengan Bupati Kendal. Namun sebelumnya akan melakukan pertemuan dengan Komisi D DPRD Kendal, selaku mitra dari cabang olahraga dan dinas terkait.
“Insya-Allah kami akan beraduensi dengan Ibu Bupati dan sudah berkirim surat. Tapi sebelumnya kita akan melakukan pertemuan dengan Komisi D terlebih dulu, terkait apa saja yang harus kami lakukan untuk mengembangkan olahraga ini,” imbuh Fikri.
Pihaknya juga optimistis, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII tahun 2026 di Semarang Raya, FPTI Kendal bisa menyumbangkan medali yang dapat mengharumkan nama Kendal.(HS)