HALO SEMARANG – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafii mendukung tradisi saling memberi di momen Idulfitri. Menurutnya hal itu sudah membudaya sejak zaman dahulu.
Namun demikian, Syafii tegas menolak aksi paksa minta tunjangan hari raya (THR) yang dilakukan oleh pihak manapun.
“Yang saya maksud sebagai budaya kita itu saling memberi, terlebih di Hari Idulfitri. Sejak dulu, kita diajarkan untuk peduli,” kata Syafii, baru-baru ini.
Dia memberi contoh, setiap Lebaran dia menyiapkan uang khusus untuk diberikan kepada cucu, anak-anak sekitar rumah, dan tetangga yang membutuhkan.
“Ini juga dilakukan sekaligus mendidik anak untuk peduli dan mau berbagi,” sambungnya.
Ditegaskan Wamenag, memberi adalah hal positif. Puasa juga melatih umat Islam untuk peduli sehingga lahir pribadi-pribadi yang dermawan.
“Kedermawanan penting agar harta tidak hanya bergulir di kalangan orang-orang kaya saja. Ada pemerataan,” sebutnya.
Tentang adanya pihak yang meminta, apalagi dengan cara memaksa, Wamenag Romo Syafii tegas menolak. Aksi semacam itu menurutnya tidak baik.
“Meminta apalagi dengan memaksa, itu jelas bukan budaya kita. Agama tidak mengajarkan hal itu. Karenanya, tidak seharusnya dilakukan. Kita tolak itu,” tegas Wamenag.
“Agama mengajarkan untuk memberi, bukan meminta. Tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah,” tandasnya. (HS-08)