HALO KENDAL – Selama arus mudik dan balik Lebaran 2025, lalu lintas jalur kereta api diprediksi mengalami peningkatan. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang melintas jalur rel kereta api harus lebih berhati-hati.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Muhammad Eko, Kamis (27/3/2025). Menurutnya selama arus mudik Lebaran, intensitas lalu lintas kereta api bertambah dari 88 kali per hari menjadi 102 kali per hari atau tambah 14 kali per hari.
“Adanya peningkatan intensitas jalur kereta api, maka harus lebih berhati-hati saat akan melintasi rel kereta api. Karena ada tambahan kereta yang melintas, maka intensitas kereta api yang lewat menjadi lebih tinggi,” ujarnya.
Eko mengatakan, di wilayah Kendal, jumlah perlintasan rel kereta api sebanyak 31 bidang. Sementara ini, yang 16 titik sudah berpalang pintu dan yang 15 titik tanpa palang pintu.
“Dari beberapa titik yang belum berpalang pintu, sudah dijaga secara swadaya oleh pihak desa, sedangkan beberapa titik lainnya belum ada yang jaga,” jelasnya.
Eko memaparkan, terkait dengan perlintasan sebidang tanpa palang pintu, yang belum dijaga, pihak Dishub Kendal akan berkirim surat ke kepala desa.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan camat, Polsek dan Danramil untuk ikut mengawasi terkait perlintasan sebidang yang belum berpalang pintu dan belum dijaga.
“Harapannya ada kesadaran dari pihak desa, supaya memaksimalkan anggota Linmas untuk berpartisipasi menjaga perlintasan sebidang,” harap Eko.
Penambahan Rambu-Rambu Lalu Lintas
Sementara berdasarkan SKB Menteri, pelaksanaan pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2025 dibatasi untuk angkutan barang sumbu tiga atau lebih juga diberlakukan mulai 24 Maret sampai 8 April.
Pada masa mudik dan balik Lebaran, volume kendaraan pribadi di jalan akan mengalami lonjakan yang tinggi. Dishub Kendal pun telah menyiapkan segala sesuatu untuk kelancaran lalu lintas jalan.
Eko menjelaskan, untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran, pihaknya sudah menyiapkan penambahan rambu-rambu jalan. Selain itu, juga sudah menyiapkan barrier, termasuk rambu penunjuk jalan.
“Barrier akan digunakan untuk menutup beberapa median jalan, yang memungkinkan menimbulkan kemacetan, akan ditutup atau diputar lebih panjang, agar tidak menimbulkan kemacetan,” ujarnya.
Eko menyebut, pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu tambahan, seperti rambu di titik longsor di Jalan Weleri Sukorejo, dan beberapa rambu penunjuk jalur alternatif.
“Rambu-rambu tambahan telah disiapkan untuk mempermudah akses informasi sampai tujuan. Jadi rambu-rambu tambahan sudah mulai dipasang,” jelasnya.
Sedangkan Kabag Ops Polres Kendal, Abdullah Umar menambahkan, untuk membantu para pemudik, sudah disiapkan sembilab Posko Lebaran.
“Posko Lebaran terdiri dari enam Pos Pengamanan, dua Pos Pelayanan, dan satu Pos Terpadu yang didirikan di Alun-alun Kendal. Untuk Pos Pelayanan berada di rest area jalan tol,” bebernya.(HS)